Info tempat Wisata dan Kuliner

Monday, 21 December 2015

Bahasa Ngapak,Kebumen



Tugu Lawet,lambang Kota Kebumen berdiri di pusat kota Kebumen
image:www.wongbumen.info



"Kepriye pada kabare kabeh sedulur bloger,esih pada rajin nulis nang blog mbok?"

Sepenggal kalimat yang mungkin banyak yang tidak tau atau memehami kalimat tersebut.
Yah,itulah bahasa ngapak khas Kebumen yang pastinya sebenarnya sudah banyak di kenal di seantero Nusantara..maksud saya ketika seseorang mendengar bahasa seperti itu..biasannya langsung mengidentikan dengan bahasa ngapak yang ada di daerah jawa.

Memang benar bahwa bahasa ngapak tidak hanya di monopoli di daerah Kebumen.
Ada daerah lain yang tentunya berdekatan lokasinya dengan Kebumen yang mempunyai budaya bahasa ngapak,seperti misalnya Wonosobo,Banyumas,Purwokerto,Brebes dan Tegal.
Namun semua mempunyai ciri ke ngapakan tersendiri,punya ke khasan tersendiri, yang berakar pada pengucapan bahasa jawa ngoko yang medok.
Terdengar unik,aneh dan lucu memeng bahasa ngapak bila di perdengarkan di daerah yang bukan ngapak,misalnya Jogja,Semarang,Magelang dan lainya.

Ada sebagian orang yang mungkin malu atau merasa tidak percaya diri ketika berbicara ngapak di daerah yang bukan ngapak.Mungkin pada saat itu dia beranggapan adanya sikap yang meremehkan,mencela ataupun merendahkan terhadap bahasa yang dia pergunakan dari orang di sekitarnya..di mana orang di sekitarnya itu..bukan pemakai bahasa ngapak.
Secara psikologis,dia merasa bahwa bahasa ngapak nya terdengar jelek di banding dengan bahasa jawa lain di sekitar nya yang secara tidak langung berpengaruh terhadap pola pikir bahwa dia merasa tidak keren atau apalah istilah lainya ketika memekai bahasa ngapak.
Namun sebenarnya lah tidak harus merasa seperti itu,justru harus nya bangga bahwa daerahnya memiliki ke khasan dari segi dialek bicara.Yang pasti tidak ada di tempat lain.Yang memang seperti sudah di jelaskan tadi terdengar lucu,aneh dan unik.
Siapa lagi yang mau dan akan melestarikan ke khasan budaya dari segi dialek bicara kalo bukan orang orang,pemakai bahasa ngapak di mana budaya ngapak itu tumbuh dan berkembang.
Mau bahasa ngapak kebanggaan hilang begitu saja...saya yakin kita semua pemakai bahasa ngapak tidak menghendakinya.

Sepanjang pemakain bahasa ngapak masih pada posisi yang benar,wajar,tepat tempat dan tepat keadaan tidak adalah yang beranggapan bahwa bahasa ngapak itu kasar,kampungan atau apapun yang sifatnya mencela.
Bahasa ngapak perlu mendapat tempat untuk di kembangkan dan di lestarikan penggunaanya.

No comments:

Post a Comment