Info tempat Wisata dan Kuliner

Monday, 21 December 2015

Keindahan dan Kemegahan Candi Borobudur



arca Snag Budha


Adalah candi Budha yang terletak di Borobudur,Magelang Jawa Tengah.
Lokasi candi sekitar 100 km sebelah barat daya Semarang,86 km sebelah barat Surakarta dan 40 km barat laut Yogyakarta.
Berbentuk stupa dan di dirikan oleh para penganut agama Budha Mahayana sekitar tahun 800an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
Salah satu candi atau kuil terbesar di dunia dan merupakan monumen terbesar Budha dengan komplek stupa terbesar di dunia yang di akui Unesco.Secara keseluruhan menjadi galeri akan mahakarya pemahat batu.

Tidak hanya megah dan besar dinding Candi Borobudur di penuhi pahatan relief sebanyak 2672 buah yang jika di susun berjajar akan mencapai sepanjang 6 km.
Monumen ini terdiri atas enam teras yang berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat pelataran yang melingkar dan pada dinding nya itulah relief tergambar dan terdapat 504 Arca Budha.
Stupa utama terbesar terletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini,di kelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat patung Budha yang sedang bersila dalm posisi teratai sempurna dengan mudra(sikap tangan) Dharmacakra mudra(memutar roda dharma).

Relief yang terpahat di dinding candi menggambarkan perjalanan hidup sang Budha dan ajaran ajaranya juga menggambarkan kemajuan masyarakat pada masa itu.Bukti bahwa nenek moyang adalah pelaut yang tangguh dan ulung tergambar pada 10 relief kapal yang ada.Salah satu relief kapal di jadikan model dan replika pembuatan kapal untuk mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga Afrika.
Untuk mengikuti jalinan kisah pada relief yang terpahat di dinding candi,pengunjung harus berjalan mengikutinya searah jarum jam atau yang di kenal dengan istilah "predaksina".
Masuk dari pintu timur berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu terletak di sebelah kanan hingga tiba di tangga sebelah timur dan melangkah kan kaki naik pada level berikutnya.
Hal ini dilakukan berulang ulang hingga semua tingkat terlewati,sampai berada di puncak candi yang berbentuk stupa induk.
Dan sesampainya di puncak candi,layangkanlah pandangan kesegala penjuru arah angin,maka akan terlihatlah pandangan gunung berjejer:Perbukitan Menoreh,Gunung Sindoro,Gunung Sumbing,Gunung Merapi,Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu yang berdiri tegak mengitari candi.



teknik rahasia bangunan Candi Borobudur berdasarkan ilmu Astronomi



Berdasar prasasti Kayumwungan tertanggal 26 Mei 824 candi ini dibangun oleh Raja Samaratunngga antara abad 8 dan abad 9,berbarengan dengan candi Mendut dan candi Pawon.Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadharma yang mampu menerapkan sistem interlock .Sebanyak 60.000 meter kubik batu andesit yang berjumlah 2.000.000 balok batu yang di usung dari sungai Elo dan Progo di pahat dan disusun menjadi monumen raksasa yang menutupi bukit kecil hingga menjadi Candi Borobudur.

Tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu,monumen ini model alam semesta dan di bangun untuk memuliakan ajaran sang Budha.
Dengan berziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Budha.
Masuk dari sisi timur peziarah berjalan mengitari candi searah jarum jam,sambil berjalan terus menaiki undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Budha.
Ketiga tinkatan tersebut yaitu Kamadhatu(ranah hawa nafsu),Rupadhatu(ranah berwujud) dan Arupadhatu(ranah tak berwujut).
Dalam perjalananya ini melewati lorong dan tangga dengan menyaksikan relief relief yang terpahat di dinding candi dan pagar langkan yang sangat indah dan menakjubkan.


stupa stupa Candi Borobudur
sumber:travel.nationalgeographic.com





Menurut catatan sejarah borobudur mulai di tinggalkan pada abad 14 seiring melemahnya posisi agama Hindu dan Budha serta masuknya pengaruh Islam di tanah Jawa.
Dunia mulai menyadari keberadaan candi Borobudur sejak ditemukan pada tahun 1814 pada masa Sir Thomas Stamford Raffles yang menjabat sebagai Gubernur Jendral Inggris atas Jawa.
Sejak itu telah mengalami beberapa penyelamatan dan pemugaran,yang terbesar pada tahun 1975 hingga 1982 atas prakarsa pemerintah Indonesia dan UNESCO,dan sejak itu Borobudur masuk menjadi situs bersejarah dalam daftar Situs Warisan Dunia.

Kini tiap tahun Borobudur masih menjadi tempat ziarah keagamaan,umat Budha Indonesia dan yang datang dari mancanegara berkumpul di tempat ini untuk memperingati Trisuci Waisak.
Dalam dunia pariwisata,Borobudur adalah obyek wisata tunggal yang paling banyak mendapat kunjungan wisatawan.
Dan satu hal yang tidak boleh terlewatkan adalah menikmati Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset,menikmati terbit dan tenggelamnya matahari dari puncak stupa.
Pada saat pagi siraman matahari pagi yang hangat dan tajam,menyapa stupa dan arca Budha yang membuat kemegahan dan kehebatan candi lebih terasa.
Dan kala senja menjelang di ufuk barat,dengan kelembutan jingga abu abu dan sinar nya yang lembut meredup seketika ketenangan dan ketentraman menyapa jiwa.



No comments:

Post a Comment