Info tempat Wisata dan Kuliner

Wednesday, 16 December 2015

Menikmati keindahan Goa Jatijajar,Kebumen



patung Dinosaurus Goa Jatijajar

Kebumen,Jawa Tengah memang dapat diandalkan potensi wisatanya,selain wisata alam,wisata pantai,wisata kuliner dan lainya,di sini juga terdapat wisata alam gua yang sudah mendunia.Dalam hal ini terdapat dua wisata gua yang sudah terekspos yaitu Gua Jatijajar dan Gua Petruk.

Gua Jatijajar adalah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah,keseluruhanya terbentuk dari kapur dengan panjang keseluruhan 250 meter,dengan lebar rata rata 15 meter dan tinggi rata rata 12 meter serta berada pada ketinggian 50 meter diatas permukaan laut.
Terletak di desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen sekitar 21 km barat daya kota Gombong.

Sejarah Gua
Ditemukan oleh seorang petani yang bernama Jayamenawi pada tahun 1802 yang memiliki lahan pertanian di lokasi tersebut,pada saat itu ia sedang mencari rumput untuk ternaknya..dan pada saat tertentu ia jatuh kedalam sebuah lubang..yang ternyata lubang itu adalah fentilasi dari gua tersebut,dengan diameter 4 meter dan ketinggian dari lantai gua 24 meter.
Tidak lama setelah itu,Bupati Ambal sebagai penguasa Kebumen pada saat itu melakukan peninjauan kelokasi tersebut,dan pada saat itu ia menemukan dua pohon jati yang tumbuh berjajar pada tepi mulut gua.Dari situlah awal permulaan penamaan gua Jatijajar.
Pada mulanya pintu pintu gua masih tertutup tanah,kemudian di lakukan pembongkaran dan pembuangan pada tanah yang menutupi itu,dari hasilmya ditemukaan pintu masuk gua yang sekarang ini.

Sendang Mawar yang konon kabarnya air sendang ini bisa membuat awet muda


Sungguh suatu kehebatan alam didalam gua ini terdapat 7 sungai atau sendang,tapi yang mudah dijumpai hanya 4 sungai yaitu sungai Sungai Puser Bumi,Jombor,Mawar,Kantil.
Konon kabarnya sungai Puser Bumi dan sungai Jombor mempunyai khasiat untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing masing.Sungai Mawar konon jika airnya untuk mandi atau cuci muka bisa membuat awet muda,sedang sungai Kantil konon jika airnya untuk mandi maka segala cita cita nya akan tercapai.
Dewasa ini yang sudah mengalami pembangunan adalah sendang Mawar dan Sendang Kantil,sedangkan Puser Bumi dan Jombor keadanya masih sangat alami tidak ada penerangan dan licin.


diorama Raden Kamandaka dalam Gua Jatijajar


Pada saat itu, tahun 1975 Bpk Suparjo Rustam,selaku Gubernur Jawa Tengah mempunyai ide untuk pembangunan gua ini menjadi suatu tujuan obyek wisata..dan pada waktu itu bupati Kebumen Bpk Supeno Suryodiprojo.
CV AIS,pimpinan Bpk Saptoto..seorang seniman deorama yang terkenal.. dari Yogyakarta ditunjuk langsung oleh Bpk Suparjo Rustam untuk melakukan, melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar.
Dan tentunya sebelum melakukan pengembangan Pihak Pemda Kebumen telah melakukan proses ganti rugi pembebasan lalahan seluas 5,5 hektare yang terkena lokasi pembangunan gua ini.
Sejak dibangun,Pemda Kebumen dalam hal ini adalah pengelola menambahkan penerangan listrik di dalam gua sebagai penerangan,penambahan trip trip beton di dalam gua sehingga memudahkan pengunjung yang masuk ke dalam gua,serta pemasangan patung patuung atau deorama.

Didalam gua terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur,yaitu pertemuan antara Stalagmit dan Stalagtit.Semua itu terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batuan kapur yang ditembusnya.Menurut para ahli,proses pembentukan Stalagtit berlangsung sangat lama,untuk pembentukan setebal 1cm diperlukan waktu satu tahun,dari situ menunjukan bahwa Gua Jatijajar merupakan gua kapur yang sudah sangat tua.
Batu batuan yang ada di gua ini sudah sangat tua,karena itulah di mulut gua Jatijajar di buat patung hewan purba Dinosaurus sebagai simbol bahwa gua ini sudah sangat tua dan sekaligus sebagai simbol dari gua Jatijajar.
Dan dari mulut gua ini mengalir air dari Sendang Mawar dan Sendang Kantil yang tidak pernah mengering sepanjang tahun,dan oleh warga sekitar air ini dipergunakan untuk irigasi sawah.

Diorama yang dipasang didalm gua sebanyak 8 diorama dengan jumlah patung sebanyak 32 buah patung.
Keseluruhanya mengisahkan tentang legenda dari Raden Kamandaka-Lutung Kasarung,adapun kaitanya dengan Gua Jatijajar,dahulu kala tempat ini pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka Putra Mahkota kerajaan Pajajaran yang nama aslinya Banyak Cokro atau Banyak Cakra.
Yang memang pada waktu itu daerah Kebumen di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran yang pusat pemerintahannya ada di Batutulis, Bogor.
Dimana pada saat itu wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran dan kerajaan Mojopahit di daerah Kebumen dibatasi oleh Sungai Lukulo.Sebelah timur Sungai Lukulo masuk wilayah Mojopahit dan sebelah barat Sungai Lukulo masuk Pajajaran.
Adapun keselurauhan dari diorama tersebut menggambarkan,menceritakan kejadian pada suatu daerah di kabupaten Pasir Luhur,daerah Baturaden atau Purwokerto pada abad 14.dan kesemuanya di pasang di Gua Jatijajar.


dioarama perburuan raden Kamandaka dalam Goa Jatijajar
image:indonesia-tourisme.com





No comments:

Post a Comment