Info tempat Wisata dan Kuliner

Sunday, 27 December 2015

Sungai Lukulo,Kebumen

salah satu hasil olahan batu akik Pancawarna Lukulo Kebumen



Sungai Lukulo dengan kemegahan Jembatan Tembono nya yang di bangun sejak jaman Pemerintahan Kolonial Belanda


Sebuah sungai yang membentang panjang menembus wilayah Kabupaten Kebumen.
Tepat seolah membagi dua wilayah Kebumen,sebelah barat Lukulo mulai dari Pejagoan hingga berbatas dengan Banyumas.
Sementara sebelah timur Lukulo membentang dari Kebumen sampai dengan Prembun.
Dimana terdapat salah satu jembatan penghubung yang di bangun sejak jaman pemerintahan kolonial Belanda
yang sampai sekarang masih tampak berdiri kokoh dan megah.
Jembatan Tembono,karena memang jembatan ini di bangun di daerah Tembono,Kutosari Kebumen.

Nama Lukulo di ambil dari kata Luk yang kurang lebih mengandung arti bentuk atau aliran dan Ulo yang berarti ular,ulo,ula dalam bahasa jawa.
Jadi memeng karena bentuk aliranya yang panjang dari utara ke selatan meliuk liuk seperti ular.
Sungai ini sebenarnya melintasi tiga kabupaten di Jawa Tengah,dua kabupaten selain Kebumen yaitu Banjarnegara dan Wonosobo.
Namun bagian yang terbesar dan terluas melintasi Kabupaten Kebumen.
Lukulo berhulu di pegunungan Serayu Selatan terus mengalir keselatan dengan liukannya membelah Kebumen dan bermuara di Samudra Hindia di daerah Tanggulangin.Dan sepanjang aliranya ini memiliki banyak sekali anak sungai yang memasuki wilayah Kebumen.

Sejarah mencatat bahwasanya Lukulo, pada jaman dulu di jadikan batas wilayah dari dua kerajaan besar
dan kuat yang sangat berpengaruh yang pernah ada di Indonesia yaitu Majapahit dan Pajajaran.
Dimana sebelah barat lukulo masuk wilayah kadipaten Pasir Luhur yang berpusat di daerah Purwokerto di bawah kekuasaan Pajajaran dengan pusat pemerintahannya di Bogor.
Sementara sebelah timur lukulo menjadi wilayah kekuasaan Majapahit.

Potensi alami dari sungai lukulo sangat tinggi,dari segi geologi termasuk dalam jenis sungai antecedant yaitu satu jenis sungai yang memotong steruktur geologi utama pada daerah yang di laluinya dan sudah masuk pada stadium dewasa.
Terlihat dari pola meander dan endapan undak sungai yang terbentuk pada posisi jauh dari sungai utama.Sungai Lukulo merupakan suatu wilayah ekosistem yang di batasi oleh topografi pegunungan pemisah air yang berfungsi sebagai pengumpul,penyimpan dan penyalur air dan sedimen unsur hara dalam sistem sungai yang keluar bukanlah berasal dari sistem gunung aktif semacam Gunung Merapi tapi berasal dari rangkain pegunungan yang berumur sangat tua dan bernilai ilmiah tinggi.
Pasir,kerikil dan bongkahan batu lukulo bukanlah berasal dari muntahan lahar/lava yang selalu di perbaharui namun berasal dari tingginya pelapukan serta erosi berbagai macam batuan yang ada di hulu sungai.Hal ini menyebabkan struktur dan komposisi pasir lukulo sangat bervariasi.




penambangan pasir Sungai Lukulo dikenal sebagai pasir bahan material bangungan kelas tinggi

Selain di kenal dengan penambangan pasir nya..karena memang kandungan pasir di lukulo sangat berlimapah,hal lain yang juga menjadi ciri khas yang mendunia adalah batuan Lukulo.
Tak terhitung para pemburu batuan alam yang bukan hanya warga sekitar namun juga yang sengaja datang dari luar kota Kebumen.Yang secara otomatis meningkatkan pamor batuan alam sungai Lukulo.
Dan surga bagi para pemburu batuan alam terdapat di hulu Sungai Lukulo untuk bahan batu akik,suiseki maupun biseki.








salah satu singkapan geologi batuan metamorf di komplek geowisata Karangsambung
Gambar:http://travel.kompas.com/

Namun begitu,segala sesuatu nya haruslah dimanfaatkan dengan bijaksana.
Alam memeng memberikan pada kita namun begitu tidaklah semuanya kita ambil,dalam hal ini perlu di pertimbangkan keseimbangan ekosistem.
Masing masing generasi mempunyai bagian masing masing,ada batas batas yang harus di patuhi dalam meng explore hasil alam.
Agar lah tepap cantik dan indah tanpa merusak dalam pemanfaatannya.
Ingat, ada generasi lain anak cucu kita pada masa yang akan datang yang juga sangat berhak untuk menikmatinya.
Seperti kita juga saat ini yang bisa menikmati dan memanfaatkan potensi alam yang melimpah karena juga dari bijaksananya mereka para leluhur sebelum kita dahulu.





No comments:

Post a Comment