Info tempat Wisata dan Kuliner

Tuesday, 26 January 2016

Wisata Kuliner di Yogyakarta


Keanekaragaman budaya dan latar belakang sejarah di Indonesia juga berpengaruh pada pola keseharian yang melatar belakangi kegiatan dalam menjalankan aktifitas sehari hari.Begitu juga dalam hal yang berurusan dengan pemenuhan kebutuhan akan cita rasa makanan yang di konsumsi sehari harinya.
Terkait dengan cita rasa suatu makanan tentunya erat barkaitan dengan cara pengolahan dan takaran bumbu bumbu yang digunakan dalam hal ini dikenal suatu resep(cara dan seni pengolahan makanan yang berkaitan dengan bahan dan bumbu bumbu yang digunakan) yang memang biasanya di dapat dari suatu warisan turun temurun dari generasi sebelumnya.Ataupun bisa juga di dapat dari sebuah modifikasi,pengembangan yang tentunya di lakukan oleh orang yang ahli dan berpengalaman dalam dunia masak memasak.Namun apapun itu,yang di butuhkan oleh suatu masyarakat penikmat kuliner adalah hasil dari suatu proses pengolahan makanan yang mampu memberikan cita rasa yang khas dan membuat nyaman ketika menyantapnya.
Apalagi sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa negeri Indonesia ini dikenal akan sumber rempah rempah dan aneka bumbu bumbu(yang membuat Indonesia pernah terjajah selama ratusan tahun) yang di butuhkan dalam suatu pengolahan hidangan.

Berkaitan dengan hal hal tersebut,kawasan Indonesia yang begitu luas dan tersebar dengan ribuan pulau yang ada.Juga dengan hal hal yang mendasari misalnya keanekaragaman latar belakang budaya,suku budaya dan juga kedudukan geografis yang berbeda beda menghasilkan suatu keanekaragaman proses pengolahan dan cita rasa suatu kuliner.Yang tentunya dari satu kuliner di satu tempat dengan kuliner lain di tempat lain,bila di bandingkan akan diperoleh hasil relatif.Semua memuaskan dan menyamankan dengan latar belakang daerah tersebut yang melatar belakangi kehidupan sosialnya.
Begitu juga misalnya jika anda sedang berwisata di daerah Yogyakarta yang pastinya dunia sudah mengakuinya sebagai kota wisata(selain kota pelajar),di Yogyakarta ini juga di kenal akan kulinernya yang pastinya mendukung kegiatan pariwisata di kota tersebut.
Beberapa kuliner yang dikenal yang perlu di ketahui jika anda sedang mengunjungi kota Yogyakarta:

          Gudeg



gudeg Jogja yang fenomenal


Sudah barang tentu anda tidak asing lagi dengan nama hidangan dari Jogja ini,walaupun misalnya baru mengenal namanya belum pernah berhubungan langsung dengan makanan ini.Sudah puluhan tahun yang lalu kuliner ini dikenal sebagai paling populer di Kota Pelajar sekaligus kota wisata ini,anda bisa menemukan dan menyantap kuliner ini yang tersebar di seluruh penjuru kota.Karena memang kuliner ini banyak di cari oleh para wisatawan baik domestik maupun asing yang sedang berkunjung ke Jogja.
Sebuah kuliner santap makan yang di sajikan sebagai temen nasi dan lauknya.Gudeg,suatu olahan yang terbuat dari bahan dasar gori(nangka muda) yang pasti kita semua sudah mengenal jenis buah yang satu ini.
Nangka muda(gori) setelah di kupas kulitnya yang bergerigi(miripdurian tapi lebih halus) dan dibersihkan dari getahnya yang menyelimuti dalam buahnya kemudian di masak dengan campuran kuah santan dan bumbu bumbu yang diperlukan selama waktu berjam jam.
Kemudian setelah dirasa matang terasa empuk dan manis karena terkait dengan bumbu bumbu yang di pakainya.Sebagai pelengkapnya gudeg ini di sajikan bersamaan dengan sambel goreng krecek(kulit sapi)pedas,telur pindang,tahu atau tempe bacem serta opor ayam.Dan finishing touch nya disiram areh gurih yang memberikan sensasi kelezatan yang tiada duanya.

Dan sebetulnya pada masyarakat Jogja ini dikenal dengan adanya varian dari kuliner guged ini menjadi tiga jenis yaitu gudeg basah,gudeg kering dan gudeg manggar.
Gudeg basah adalah gudeg yang disajikan dengan kuah santan yang nyemek gurih yang banyak di cari untuk menu sarapan pagi dan bisa di dapatkan Barek,kawasan Jalan Kaliurang,di pasar pasar tradisional,jalan Adisucipto,jalan Malioboro dan lain lain.
Sementara itu jenis gudeg kering,gudeg ini di masak dalam waktu yang lebih lama sehingga menghasilkan gudeg yang kering dan warnanya lebih kecoklatan dan rasanya lebih manis.Dan jenis gudeg ini biasanya di beli sebagai oleh oleh untuk dibawa pulang karena mempunyai daya tahan lebih tinggi terhadap bakteri pembusuk sehingga lebih awet apalagi jika disimpan di dalam kulkas,bisa untuk dinikmati dalam jamgka waktu lebih lama.Biasanya di kemas dalam wadah kardus,besek(anyaman bambu) ataupun dalam kendil tanah liat.Di kota Jogja sudah banyak daerah penghasil gudeg yang biasanya tersentra pada satu daerah,wilayah.Dan untuk sentra gudeg yang paling dikenal adalah kawasan Wijilan dan kawasan Barek.
Wijilan adalah suatu daerah di dekat komplek keraton Yogyakarta.
Sementara jika anda sedang berada di kawasan utara Yogyakarta anda bisa mengunjungi daerah Barek,sebuah kawasan dekat dengan Kampus UGM.Mulai subuh hingga malam hari para pedagang gudeg ini biasa menggelar daganganya,dan mereka yang menggelar daganganya di pinggir pinggir jalan di lakukan pagi hari yang menyediakan gudeg ini sebagai menu sarapan.


      Gudeg Manggar



mempunyai khasiat untuk memancarkan kecantikan



Selain gudeg nangka muda di Jogja juga di kenal dengan Gudeg Manggar nya.Ya,kita semua mengetahuinya apa yang di sebut manngar itu,sebuah nama untuk bunga, calon buah kelapa.Manggar alias bunga kelapa yang masih muda ini mempunyai sensasi kelezatan tersendiri bila diolah menjadi kuliner gudeg.
Karena ketersedian manggar alias bunga kelapa muda ini yang terbatas dewasa ini ketersediaan gudeg manggar dipasaran pun ikut agak sulit di temukan,banyak para penjual gudeg manggar yang menutup usahanya.Dan kebanyakan mereka hanya menyediakan berdasarkan atas pesanan.
Ketersedian jenis gudeg ini bisa ditemukan pada kawasan kawasan tertentu di daerah Bantul misalnya di jalan Parangtritis.Dan konon dahulu kala makanan ini adalah jenis makanan menu utama di keraton yang biasa di sajikan dengan sayur kerecek dan tempe bacem.Itu artinya jika anda mencicipi menu ini,berarti juga telah ikut merasakan menu istimewa sajian keraton ini.
Dan menurut cerita konon manggar ini mempunyai khasiat yang bagus yaitu bisa memancarkan kecantikan dari dalam penikmatnya,sehingga banyak di konsumsi oleh para puteri puteri keraton dahulu.

        Nasi Goreng Beringharjo


menambah cita rasa kelezatanya dengan pemakaian bumbu yang konsisten


Sebuah perpaduan budaya yang terjadi antara budaya Jawa dengan Cina di Indonesia yang juga menyusup ke dalam hasil olahan suatu kuliner nasi goreng.Tentunya hal ini memiliki keistimewaan cita rasa tersendiri di kalangan penikmatnya terbukti jenis kuliner yang satu ini masih tersedia hingga saat ini.
Dapat di jumpai di sekitar jalan Mataram di sebuah pertigaan yang menuju kearah pasar terbesar di Yogyakarta ini.Sebuah kuliner yang telah ada sejak tahun 1960 yang sampai sekarang masih di gemari karena kekhasan dalam pengolahanya dan juga tetap konsisten dengan resep bumbu bumbu yang di gunakan.Berbeda dengan penjualan nasi goreng pada umumnya,di tempat ini nasi goreng di olah dalam jumlah porsi yang besar,dan biasa di jajakan mulai jam enam sore hingga jam sebelas malam, jadi ketika anda memesanya tak perlu untuk menunggu lama dan penyajianya di lakukan dengan cepat dan masih dalam kondisi hangat.Sebenarnya pun kuliner yang satu ini berasal dari negeri cina yang di bawa oleh mereka para pendatang dari negeri cina yang berdatangan ke Indonesia.
Di sini,Indonesia...terdapat banyak varian masakan nasi goreng yang juga sekaligus menunjukan adanya percampuran budaya Cina dan Jawa di Indonesia misalnya nasi goreng ayam,nasi goreng kambing,nasi goreng sea food dan juga nasi goreng pete yang merupakan khas jawa.
Kekhasan nasi goreng Beringharjo sudah banyak dikenal akan kelezatanya,seperti di ketahui bahwa kuliner nasi goreng ini fokus pada penjualan nasi goreng ayam dan nasi goreng babi dan bisa mencobanya sesuai dengan selera dan keinginanya.Di masak dalam jumlah besar dan di padu dengan bumbu bumbu yang telah di racik terebih dahulu dan dibuat siap untuk melezatkan masakan nasi goreng ini.
Penyajianya daging ayam atau babi yang di tambahkan ketika nasi goreng sudah berada di atas piring yang juga di lengkapi dengan irisan tomat,kol,selederi,telur dadar bulat dan juga acar sebagai pelengkapnya.Dan biasanya karena kelezatanya banyak juga pembeli yang memesan dalam jumlah 1,5 atau 2 porsi secara alngsung untuk sendiri.

       Angkringan Lik Man


terletak dikawasan sekitar stasiun Tugu Jogja setelah pukul 18.00


Seperti di ketahui bersama sebagai kota pelajar sekaligus kota wisata di Jogja pun terdapat suatu wisata kuliner yang di kenal merakyat dan melekat di kalangan penikmatnya.Angkringan ini menurut para pengamat sudah bukan lagi menjadi suatu sajian kuliner yang merakyat namun juga sudah menjadi suatu budaya yang menjiwai masyarakat.Di sini bisa membicarakan apa saja dalam satu keadaan yang santai dan akrab antar pengunjungnya.Bisa itu tentang event olah raga sepak bola misalnya,ataupun politik terhangat.Angkringan ini bisa di temukan di seluruh penjuru kota Yogyakarta bahkan dewasa ini telah banyak berdiri angkringan di luar kota Jogja.Namun ada satu angkringan yang istimewa yang dapat di temukan di Jogja yaitu agkringan Lik Man yang terletak di kawasan stasiun Tugu Yogyakarta dan biasa buka mulai jam 18.00
Teristimewa bahwa angkringan ini adalah angkringan yang pertama yang ada di Jogja sejak tahun 1969,dan menu yang disajikan juga sama dengan ngkringan lain,sego kucing,sate telur puyuh,sate usus,ayam goreng dan aneka gorengan misalnya.Namun ada satu yang khusus dari menu yang di sajikan di angkringan Lik Man ini yaitu Kopi Joss.Apa itu..?Kopi joss adalah kopi yang penyajianya di campur dengan arang yang masih membara merah sehingga menimbulkan bunyi jossss,dari sinilah istilah kopi joss berasal.
Kopi joss ini memiliki rasa yang khas dan unik yang tidak di miliki oleh kopi lainya,yang konon juga arang yang di celupkan ke dalam kopi oleh pembuatnya di tujukan untuk menetralisir kafein yang ada di dalam kandungan kopi sehingga aman untuk pencernaan.
Cukip dengan sejumlah Rp 10.000 hingga Rp15.000 pengunjung bisa menikmati kopi joss di temani dengan sajian sajian khas yang biasa terdapat di angkringan,sembari menikmati suasana malam hari kota Jogja.

     Sate Klathak

Satu hal ungkapan yang di kenal berkaitan dengan jenis sate ini yaitu penggunaan bumbu yang minimal namun mampu meghasilkan satu olehan kuliner yang mempunyai kelezatan yang maksimal.
Begitulah tentang sate ini,yang bisa kita ketahui bahwa di negeri ini banyak sekali ragam olahan sate yang di kenal baik yang di kenal karena bahan satenya misalnya sate ayam,sate kambing ataupun sate kelinci.Juga misalnya dikenal karena asal daerah pembuatanya misalnya sate Madura ataupun mungkin sate Padang yang masing masing mempunyai ke khasan tersendiri yang mampu di jual dan mampu mengembalikan kembali pembelinya untuk megkonsumsinya lagi.


kekhasan sate klathak yang bisa anda nikmati di sepanjang jalan Imogiri Timur Yogyakarta


Kekhasan yang ada pada sate Klathak di liahat dari ciri fisiknya yang paling menonjol adalah alat tusuk satenya,bila pada sate sate lain biasanya mengunakan bahan bambu,berbeda dengan jenis sate Klathak ini menggunakan jeruji sepeda sebagai alat tusuk satenya.Bukan karena alasan apa apa,penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk sate mempunyai alasan yang logis yaitu besi mempunyai kekhasan dalam menghantarkan panas pada daging satenya sehingga bagian diging sate yang di bakar bisa matang dengan sempurna.

Untuk soal rasa di jamin akan membuat pembelinya kembali,terutama para penikmat sate kambing pada umumya.Cita rasa sate ini begitu khas,kalo pada umumnya pembuatan sate sebelum pembakaran daging sate di lumuri dengan aneka bumbu dan rempah,berbeda dengan sate Klathak ini sebelum pembakaran dagingnya cuma di lumuri dengan garam dan sedikit ketumbar lalu kemudian di bakar.
Setelah daging matang akan di sjikan dengan nasi putih,gulai dan potongan cabe rawit.
Begitulah mungkin dapat di pahami dengan adanya ungkapan bumbu minimalis rasa maksimalis dengan kondisi daging yang empuk dan di jamin bebas prengus.
Nasi putih putih dan potongan daging kambing bakar plus gulai menjadi perpaduan sempurna yang menggoyang lidah anda di akhiri dengan meneguk segelas teh hangat.
Untuk mendapatkan sate Klathak ini bisa di temukan di sepanjang jalan Imogiri Timur kota Yogyakarta.Di jalan yang menuju ke Makam Raja Raja ini banyak ditemukan penjual sate Klathak yang biasanya menggelar daganganya pada malam hari selepas waktu maghrib.







1 comment:

  1. Wah, enak-enak kulinernya ...
    Dari info diatas, aku belum kesampaian nyobain wisata kuliner di angkringan Lik Man nih.

    Nuwun infonya,nggih.
    Suatu hari pasti aku mampir kesana.

    ReplyDelete