Info tempat Wisata dan Kuliner

Wednesday, 27 January 2016

Beberapa Sajian Kuliner di Yogyakarta Yang Bisa Anda Nikmati


Melanjutkan tulisan yang lalu tentang wisata kuliner yang bisa anda temukan ketika sedang berwisata di kota Yogyakarta.Karena memang keterkaitan antara dunia pariwisata dengan sajian kuliner di tempat tersebut sangat erat,saling mendukung satu sama lain.

Tengkleng Gajah



kenikmatan rempah rempah bumbu yang meresap ke daging


Mengapa disebut demikian,tengkleng gajah..bukan berarti suatu olahan makanan yang berbahan dasar daging gajah,tapi lebih mengacu pada ukuran dari bahan dasar olahan makanan tersebut yaitu tengkleng alias tulang kambing yang memang berukuran besar yang diolah menggunakan ramuan dan bumbu bumbu khusus sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.Dan dalam penyajianya pun dengan ukuran besar,jumbo,dari situlah orang orang menyebutnya dengan sebutan tengkleng gajah.
Sebuah tempat makan yang terletak di jalan Kaliurang tepatnya di Minomartani,Ngaglik Sleman yang sudah tersohor yang memang menyediakan menu dari bahan dasar daging kambing,yang memang dalam penyajian tengkleng/tulang daging kambing berukuran besar,namun demikian di tempat ini juga pengunjung bisa mendapatkan menu lainya misalnya sate,tongseng dan nasi goreng kambing.

Seperti di ketahui bahwa tengkleng adalah suatu hidangan makan sejenis sup khas Solo yang berbahan dasar daging,jeroan dan tulang kambing.Berbeda dengan gulai kambing,tengkleng ini mempunyai kuah yang lebih encer yang menjadikan cita rasa nya lebih khas dan menyegarkan.Selain itu dalam penyajianya tengkleng di sajikan dalam kondisi yang masih panas dengan daging kambing yang masih menempel pada tulangnya yang membuat tampilan dan aromanya lebih menggoda.
Dan sebagai menu tambahan biasanya penikmat tengkleng menggunakan sedotan untuk menikmati sumsum yang tersembunyi, berada dalam tulang kambing tersebut.Cita rasa yang begitu khas karena dalam proses pengolahanya tulang daging kambing direbus selama tiga jam dengan penambahan rempah dan bumbu bumbu khusus menghasilkan suatu olahan daging kambing yang empuk dan juga kenikmatanya karena rempah dan bumbu bumbu yang di pakai sampai meresap ke dalam daging.

Mie Lethek khas Bantul



sensasi kelezatan mie lethek


Mie Lethek,sesuai dengan namanya masakan olahan yang berbahan dasar mie.Namun perlu di ketahui lethek dalam bahasa jawa jika diartikan kedalam bahasa Indonesia berarti kotor.Namun tunggu dulu, mie ini yang di produksi olah masyarakat kawasan Sandrakan Bantul dengan bahan dasar tepung tapioka dan gaplek secara tradisional dan tanpa bahan pengawet apapun memang terlihat lethek dan tidak menarik,tidak seperti mie mie lain yang terlihat cerah berwarna kuning ataupun putih,mie lethek ini terlihat kurang membangkitkan selera makan.

Tapi anda akan merasakan sensasi kelezatanya dari mie lethek ini setelah diolah menjadi mie rebus,mie goreng ataupun di buat campuran nasi goreng.Dan cara pemasakanya yang masih tradisional dengan menggunakan tungku anglo dengan bahan bakar arang batok kelapa,kemudian dalam bahan bahan masakan tadi di tambah dengan bumbu bumbu lain seperti bawang merah,bawang putih,merica kemiri dan garam.Tak ketinggalan dengan telur bebek atau telur ayam,suwiran ayam dan juga penambahan sayuran pada menu tersebut.Dan ketika sudah matang sebagai sajian siap disantap orang lupa akan bentuk dasar dari mie lethek ini yang terlihat tidak membangkitkan selera menjadi suatu kuliner yang banyak di buru oleh penggemar kuliner tentunya dengan aroma yang menggoda dari bumbu bumbu yang di pakai nya.
Dan biasanya para pedagang mie lethek ini menggelar daganganya di sekitaran kawasan Imogiri,jalan Parangtritis,pertigaan Maguwo dan sekitaran Bantul.

Wedang Uwuh

Wedang uwuh ini merupakan sebuah minuman khas Bantul yang terbuat dari rempah rempah dan berbagai dedaunan yang sekilas mirip sampah ketika di seduh,namun demikian wedang ini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan.



menghangatkan badan dan juga tenggorokan setelah meminumnya


Seperti di ketahui uwuh dalam bahasa nasional berarti sampah,namun tunggu dulu uwuh yang satu ini ketika sudah diolah dan menjadi minuman akan membuat orang yang mencoba mencicipi untuk meminumnya akan merasa terkesan dengan cita rasa minuman satu ini.

Terbuat dari berbagai macam herba tradisional seperti secang,jahe,kayu manis dan sereh serta daun jeruk dan daun daun lainya.dan memang setelah diseduh sisa sisa atau ampasnya terlihat seperti sampah.
Berawal dari keadaan itulah nama minuman ini menjadi wedang uwuh,namun demikian ada juga yang menyatakan bahwa penamaanya terkait dengan para abdi dalem yang mengumpulkan aneka dedaunan di sekitar komplek makam raja raja imogiri untuk diseduh menjadi suatu minuman yang nikmat menyegarkan.
Seduhan wedang uwuh ini yang berwarna merah berasal dari warna alami serutan secang.Dan rasa yang terkandung di dalamnya merupakan kombinasi dari bahan rempah yang di gunakanya misalnya pedas jahe,manis gula batu dan pencampuran herbal lain yang di gunakan.
Setelah meminumnya akan terasa hangat di tenggorokan dan juga badan pun akan terasa hangat,karenanya cocok di minum pada saat hujan ataupun suasana dingin.Karena bahan bahan yang dibuatnya tadi membuat minuman ini berkhasiat untuk kesehatan.
Dan untuk mendapatkanya bisa di sekitaran kawasan Imogiri dekat dengan komplek makam raja raja Imogiri,selain itu bisa juga di jadikan oleh oleh yang di kemas dalam plastik kecil kemudian tinggal menyeduhnya ketika hendak meminumnya.

Sekar Kedhaton

Seperti diketahui masyarakat Jogja yang masih kental dengan nuansa jawanya,sementara dengan julukanya sebagai kota pelajar dan juga kota wisata tentunya banyak unsur unsur lain dari suatu budaya luar yang masuk dan terserap ke dalam kehidupan keseharian masyarakatnya baik itu yang berasal dari budaya lain yang masih dalam lingkungan Indonesia maupun dari budaya asing.


kental dengan nuansa Jawa baik makananya maupun desain interiornya


Dan hal tersebut secara langsung berpengaruh terhadap keanekaragaman kuliner yang dapat di jumpai,kuliner khas tradisional klasik berdampingan dengan kuliner mancanegara dengan anggunya.Memang sebenarnya tampak bersaing,tapi jika di lihat lebih dalam lagi dalam urusan yang satu ini(kuliner) sudah mempunyai pangsa pasar sendiri sendiri,mempunyai penggemar yang memang sudah berselera terhadap suatu hidangan makanan.

Salah satunya adalah restoran Sekar Kedhaton,suatu restoran yang segitu kental nuansa jawanya baik dari segi suasananya maupun dari segi hidangan yang di sajikanya.
Disini para pengunjung tidak hanya menikmati makanan yang terbaik namun juga dapat menikmati kemewahan,kenyamanan dan keagunga budaya Jawa.Mulai dari hidangan yang di sajikan kemudian cara pelayananya hingga dekorasi dan bangunanya memiliki unsur Jawa yang begitu kental.Karena memang bangunan yang di gunakanya adalah bangunan tua yang berdiri sudah sejak tahun 1800an yang terletak di Kotagede(milik seorang pengusaha yang kesohor) yang memiliki perpaduan arsitektur khas antara Jawa,Tiongkok,Portugis dan Belanda sehingga di dapatkan suatu nuansa atmosfir kemewahan bila berada di lokasi ini.Dengan mengusung konsep yang terbaik dari segi hidangan maupun dekorasi bangunanya,pengunjung akan mendapatkan sajian menu makanan kelas satu yang menjadi andalanya antara lain Mangut Daging Sapi,Ayam Panggang Miroso,Ayam Goreng Pandan,Timlo Solo,Soto Ayam Ambengan dan masih banyak yang lainya lagi.

Disini pengunjung bisa mendapatkan pelayanan yang sangat unik yakni layanan bersantap versi Belanda namun menggunakan makanan khas Indonesia yang beragam disajikan misalnya Sate Sapi,Buntil Pepaya,Udang Bakar dan lainya.
Selain itu juga ada pelayanan menu ala Jawa,Barat dan juga Asia yang pastinya mampu memuaskan pengunjung akan hasrat kepuasan terhadap suatu hidangan.
Pada bangunan lain di restoran ini selain lantai satu yang di gunakan sebagai restoran juga terdapat bangunan lain di Sekar Kedhaton yaitu lantai dua yang bisa digunakan untuk bersantai ataupun hang out dengan rekan rekan.Dan berdekatan dengan longue terdapat suatu penginapan eksklusif tiga kamar dengan nuansa Jawa yang begitu kental.
Restoran Sekar Kedhaton ini terletak di pusat peradaban kerajaan Mataram dahulu yang masih begitu lekat dengan nilai nilai jawa yaitu di Kotagede tepatnya di Jl Tegal Gandu no 28 Kotagede, Yogyakarta.

Oseng Oseng Mercon



penggugah selera makan anda


Dalam bahasa jawa oseng oseng  adalah suatu sajian kuliner yang pengolahanya dengan cara di tumis,sedang mercon berarti petasan.Tapi tunggu dulu..bukan berarti suatu makanan oseng oseng dengan bahan dasar mercon namun lebih mengarah pada cita rasa pedas yang ada pada makanan ini,saat menyantapnya seolah olah ada sesuatu yang meledak di dalam mulut.Maka dari itu bagi anda yang kondisi pencernanaya tidak berkompromi dengan selera pedas sebaiknya jangan mencobanya.Konon awal penamaan kuliner ini berasal dari budayawan asal Jogja Cak Nun,yang pada awal pendirian warung bu Narti ini sering singgah bersama dengan keluarga maupun rekan untuk mencicipi kuliner yang unuk ini.Karena rasanya yang begitu pedas saat itu juga dia menamakan kuliner tersebut sebagai oseng oseng mercon yang merupakan karya bu Narti.
Oseng Oseng Mercon itu sendiri merupakan menu makanan dengan bahan dasar kikil,gajih dan tulang muda yang ditumis dengan aneka bumbu.

Selain Oseng Oseng Mercon tadi ternyata di warung itu juga terdapat Oseng Oseng Bledheg atau Halilintar,yang pada dasarnya sama dengan Oseng Oseng Mercon di mana perbedaanya terletak pada level kepedasanya,pada oseng oseng bledheg menggunakan cabai yang lebih banyak.
Meskipun begitu,warung ini tetap dipadati oleh pembeli bahkan yang dari luar kota yang sengaja ingin mencicici sajian kuliner ini suatu sajian terbalut oleh rasa pedas karena memang dalam kaitanya dengan kuliner adalah selera.Bagaimana nikmatnya menyantap nasi putih hangat dengan ditemani oseng oseng mercon yang lemaknya meleleh di atas nasi.
Warung Oseng Oseng Mercon ini terletak di Jl KH.Ahmad Dahlan gang Purwodiningratan Yogyakarta dengan jam buka antara pukul 17.00 sampai dengan 23.00 WIB dengan harga kisaran antara limabelas ribu hingga duapuluh ribu rupiah ples teh manis atau jeruk hangat.







No comments:

Post a Comment