Info tempat Wisata dan Kuliner

Friday, 8 January 2016

Eksotisme Air Terjun Pantai Jogan Gunungkidul Yogyakarta



eksotis air terjun pantai Jogan


Suatu paduan yang memukau dan eksotik,dimana terdapat suatu air terjun di bibir pantai.Tersembunyi di balik terjalnya perbukitan batu karst,di daerah pesisir pantai selatan Gunungkidul Yogyakarta menyembul lah jatuh satu air terjun di bibir laut.
Pantai Jogan,diapit tebing tebing tinggi khas pegunungan kapur seolah sebagai peraduan,tempat air sungai turun gunung menemui asin ombak laut.Memang di antara banyak pantai di pesisir selatan Gunungkidul ini,pantai Jogan memiliki keistimewaan dengan adanya air terjun yang turun dari sebuah tebing menuju bibir laut .Selama ini memang kurang begitu diketahui oleh para penikmat wisata pantai,letaknya yang berada di sebelah barat pantai Siung,yang lebih menikmati nikmatnya memenjat tebing Siung yang molek.

Terletak di desa Purwodadi,Kecamatan Tepus Gunungkidul Yogyakarta,berjarak sekitar 70 km dari arah pusat kota Jogja sekitar dua jam perjalanan di sebelah barat pantai Siung,dengan kondisi jalan sudah di aspal baik dan mulus berkelok kelok mengikuti alur membelah perbukitan karst yang meerupakan sisa sisa atau bekas laut pada jaman jutaan yang lalu.Pantai Siung dalu terlewati,sekitar setengahan kilometer dari tempat retribusi pantai Siung akan menemui papan penunjuk pantai Jogan.
Jalan beraspal telah terlewati selanjutnya menapaki jalan setapak yang menjadi pemandu perjalanan ke pantai tersebut,dan nampak terlihat dua buah sungai di kanan dan kiri jalan yang tampak menemani perjalanan,di mana nantinya kudua sungai ini menyatu bertemu menjelma menjadi air terjun.
Namun sayangnya keindahan air terjun ini hanya bisa dinaikmati pada saat musim kemarau saja,karena pada saat musim kemarau debit air sungai ini kecil dan juga aktifitas warga melakukan penyedotan air sungai untuk keperluan sehari hari.

Ketinggian air terjun dari erbukitan karst ini sekitar 10 meter,dari sebuah sumber perbukitan karst yang terletak di sebelah utara.
Untuk bisa menikmati air terjun ini pengunjung harus turun kebawah melewati suatu medan yang sempit basah dan licin.Tapi secara kebetulan terdapat kayu kayu pegangan sebagai penopang tubuh,hati hati karena jalur menurun dan curam.Kemudian setelah batuan yang curam dan licin terlewati harus dilewati lagi suatu medan batu karang yang dihuni oleh ribuan bayi kepiting berwarna transparan dengan ukuran sekitar 55 mm,kebayang kan jalan melewati ribuan bayi kepiting?Tentunya bukan hal yang mudah.
Dan penduduk lokal biasa mengambil dan memanfatkan bayi kepiting itu untuk teman makan nasi.Dan pada saat saat tertentu akan menemukan suatu pemandangan ratusan kupu kupu di sela sela batu karang.

Akhirnya sampai juga,menatap kedepan luasnya Samudra Hindia yang membentang tanpa batas dengan gulungan ombak besar yang datang silih berganti seolah siap menelan segalanya, sementara langit senja dengan paduan warna khasnya menyapa pengunjung,Sementara di belakang kita suara air tejun yang bising memekakan telinga.Air terjun sedang mengalir deras.
Nikmati keramahan percikan air terjunya,saat kaki kaki air jatuh terurai menjamah kerasnya batu karang.
Nikmati kesegaranya,gerujugan air yang bersumber dari perbukitan karst pada saat menyibak tirai air terjunya sebelum memasuki peraduan gerojoganya.
Suatu kesegaran dari air tawar yang dialirkan oleh sungai sungai rahasia di perbukitan karst menjadikan suatu tanda tanya bahwa jangan jangan memang sebenarnya daerah Gunungkidul sebenarnya memiliki potensi air yang melimpah,yang mungkin masih tersimpan di dalam bumi.

Di samping luas hamparan pasir putih yang membentang di pantai Jogan terdapat suatu kesegaran air terjun yang jatuh mengurai pesona alam.



No comments:

Post a Comment