Info tempat Wisata dan Kuliner

Friday, 8 January 2016

Pesona Keindahan dan Panjat Tebing di Pantai Siung Gunungkidul


birunya lautan Samudra Hindia dan lembutnya pasir putih pantai


Belum seterkenal dengan pantai pantai lain di kawasan Gunungkidul oleh kalangan wisatawan domestik maupun mancanegara,namun pantai ini merupakan tempat yang wajib di kunjungi oleh para petualang panjat tebing.
Terletak di pesisir selatan lautan di wilayah Gunungkidul,tepatnya di Desa Purwodadi Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.Berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota Jogja atau sekitar 70 km lebih.
Perlu di ketahui bahwa untuk menjangkau pantai pantai di wilayah Tepus,pengunjung harus mempertimbangkan bahwa memang untuk saat ini ketersediaan sarana transportasi angkutan umum bis dan lainya dari kota Jogja hanya sampai dengan kota Wonosari Gunungkidul.Memang ada angkutan umum jenis tertentu dari Wonosari menuju lokasi pantai,namun frekwensi nya rendah dan itupun harus menunggu berjam jam.Jadi mungkin sebaiknya perlu di pertimbangkan untuk menggunakan sarana transportasi pribadi saja,misalnya mobil atau motor.Selain untuk pertimbangan efesiensi juga dari pertimbangan biaya transportasinya.
Pilihan yang paling mudah yang paling recomended adalah jalur kota Jogja arah Wonosari melalui pertigaan ring road Timur,kemudian menuju arah kota Wonosari.Dari Wonosari kemudian menuju arah Baron,baru kemudian Baron - Tepus.Dan segala sesuatunya tentang keadaan mesin kendaraan anda perlu dipersiapkan dengan baik,mengingat medan yang harus di laluinya kan banyak memakan tanjakan dan tikungan meskipun dalam hal ini kondisi jalan telah teraspal dan terpelihara dengan baik.
Namun semua perjuangan dan perjalanan panjang untuk menuju lokasi pantai ini akan segera terobati begitu sampai pada tujuan,birunya lautan Samudra Hindia dan putihnya pasir pantai yang terhampar luas,angin sepoi seolah semua itu adalah penawar dari kelelahan.Tampat terlihat rumah rumah kayu di pinggir pantai sebagia termpat untuk menyandarkan dan bercengkrama dengan keluarga.

Seperti sudah di sebutkan sebelumnya bahwa pantai ini sangat dikenal oleh para pehobi panjat tebing,sudah banyak para pemanjat tebing yang mencoba untuk menaklukan tebing di pantai Siung baik dari dalam negeri maupun luar negeri.Suatu pantai yang menawarkan pemandangan laut yang mempesona serta area panjat tebing yang menantang.Kondisi pantai yang luas dengan hamparan pasirnya dan cenderung sepi dari pengunjung memang,sangat cocok kiranya untuk berlibur dan beristirahat.
Dari semua yang ada di pantai Siung hal yang menonjol adalah adanya banyak batu karangnya yang tentunya menjadi pesona tersendiri di pantai itu.Karang berukuran besar di sebelah barat dan timur pantai punya peran yang penting yang tidak hanya berfungsi sebagai penambah keindahan nya namun juga sebagai pembatas pembatas dengan pantai lain.Dan sebagai catatan bahwa penamaan pantai ini berasal dari karang yang ada.


bentuk batu karang yang menjorok ke laut dan membentuk seperti gigi kera atau Siung Wanara


Terletak agak menjorok ke laut batu karang ini berada,sebuah batu karang yang memiliki bentuk seperti gigi kera atau Siung Wanara demikian menurut sesepuh desa setempat.Dan hingga saat ini keberadaan batu itu masih bisa dinikmati keindahanya,berpadu dengan ombak besar yang menerjang menghempas kokohnya hingga celah celahnya teraliri oleh air laut yang menimbulkan pemandangan dramatis.
Karang berbentuk gigi kera itu menjadi saksi kejayaan wilayah Siung pada masa lalu,menerut sesepuh setempat pada masa para wali Siung menjadi pusat perdagangan di wilayah Gunungkidul.Tidak jauh dari pantai ini tepatnya di daerah Winangun berdiri sebuah pasar dimana Nyai Kami dan Nyai Podi berdiam yang merupakan abdi dalem dari Keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Siung adalah petani garam,dengan mengandalkan kekayaan air laut untuk diolah menjadi garam yang menjadi sumber penghasilan dan kehidupan.Dan garam inilah yang menjadi komoditas utama perdagangan di pasar Winangun.
Meskipun kaya akan hasil laut,pada saat itu mereka hanya mencari ikan ikan di tepipantainya saja.
Ada saatnya pasar Winangun di pindah atau di boyong ke kota Jogja dan di kenal dengan nama Jowinangun kependekan dari Jobo Winangun(luar winangun),akibatnya warga setempat banyak yang kehilangan mata pencaharianya dan keadaan Siung menjadi sepi karena tak banyak lagi orang orang yang datang ketempat ini.



karang dengan bentuk gigi kera simbol Pantai Siung



Keadaan kembali pulih berkat adanya karang karang di pantai Siung.Dalam artian bahwa potensi karang yang ada dimanfaatkan untuk arena panjat tebing,memang karakteristik tebing karang tebing karang di sekitar lokasi pantai sangat cocok dan cukup menantang untuk di jadikan arena olah raga panjat tebing.Terjadi sekitar tahun 1989,di mana mereka para pehobi panjat tebingnya berasal daei luar negeri,Jepang.
Berangsur angsur setelah itu banyak diadakan event event perlombaan panjat tebing karang pantai Siung yang memanfaatkan tebing tebing karang di sekitar lokasi pantai.
Selain itu banyak pula komunitas komunitas pecinta alam panjat tebing lokal yang menyelenggarakan event diklat di sini yang biasanya di lakukan pada akhir pekan.
Untuk menfasilitasi para pemanjat tebing,disini terdapat sedikitya 250 jalur panjatan dan kemungkinanya pasti bertambah,karena biasnya terdapat jalur panjatan untuk meneruskan jalur panjat yang sudah dibuat sebelumnya oleh para pemanjat tebing,tentunya dengan ijin pembuat jalur panjat sebelumnya.Dan memang sudah banyak pihak yang memanfaatkan jalur panjat tebing yang sudah ada sebelumnya.
Untuk mendukung kegiatan panjat tebing,di sekitar lokasi juga telah terdapat tanah lapang yang luas dan biasanya di gunakan untuk mendirikan tenda perkemahan,bagi mereka yang menghendaki menginap di pantai Siung.Biasanya mereka pada malam hari yang mendirikan tenda menyalakan api unggun untuk melewati malam,tentunya dengan kesadaran tinggi untuk tidak merusak lingkungan.
Di dekat lokasi perkemahan juga terdapat rimah rumah kayu yang memang di sediakan dan di bangun menghadap pantai,bisalah dijadikan sebagai camp menggantikan misalnya mendirikan tenda perkemahan.Cukup besar rumah kayu nya,bisa menampung sampai 15 orang dan dari situ bisa dengan leluasa menikmati pemandangan pantai yang indah.
Dan sebagai pengingat untuk para pengunjung bahwasanya memang fasilitas penginapan maupun hotel belum tersedia di pantai ini,dan jika menghendaki bermalam biasanya memanfaatkan rumahpondok kayu yang ada dipantai ini ataupun mendirikan tenda tenda perkemahan.

Dan pada saat malam tiba keadaan sepi,jika saatnya beruntung akan mendapati segerombolan kera ekor panjang yang turun dari tebing karang menuju pantai.Dan kera kera tersebut yang habitatnya mulai langka dewasa ini dapat di jumpai di sini,dan mungkin keberadaan kera ekor panjang yang terdapat disini menjadikan satu alasan penamaan pantai ini.Mengarah pada penunjukan kemiripan bentuk batu karang yang di padankan dengan bentuk gigi kera,bukan gigi binatang yang lainya.


No comments:

Post a Comment