Info tempat Wisata dan Kuliner

Thursday, 21 January 2016

Wisata Candi dengan Keelokan dan Keindahanya di Yogyakarta


Seperti di ketahui bersama akan keanekaragaman budaya yang ada di nusantara Indonesia yang menghiasi kehidupan masyarakatnya.Sejarah mencatat tentang kemasyuran suatu peradaban yang pernah menjalankan kehidupan pada suatu masyarakat yang pernah ada di bumi Indonesia,dapat di lihat dari adanya banyak peninggalan peninggalan bernilai sejarah tinggi yang di temukan dan sampai sekarang masih terpelihara dengan baik dan menjadi suatu aset kekayaan dan keragaman hasil budaya.Banyak diantaranya berbentuk bangunan bangunan prasasti ataupun bangunan bangunan candi,yang pada dasarnya pembangunan,pembuatan bentuk bentuk seperti candi misalnya dibuat dengan tujuan yang terkait dengan hal hal spiritual yang berlaku,yang diyakini pada masyarakat saat itu.Ataupun dengan tujuan untuk menunjukan suatu kekuatan akan kekuasaan pembuatnya terhadap kekuasaan kekuasan lain yang mungkin ada pada saat itu.Dan begitu kuat dan kokohnya bangunan bangunan yang mereka buat hingga sampai sekarang masih tetap berdiri dengan megahnya,seakan suatu bentuk bangunan modern dengan menggunakan teknologi tinggi.Kita patut bangga dengan keberadaan candi candi yang menghiasi bumi nusantara,dan sudah selayaknya untuk menjaga keberadaan dan kelestarianya,suatu bentuk penghargaan terhadap nenek moyang kita yang telah mendirikan candi candi tersebut.Dan otomatis sebagai generasi penerusnya mewarisi akan kekayaan budaya yang patut di banggakan bukan saja oleh masyarakat Indonesia pada khususnya bahkan lebih kepada masyarakat dunia secara umum.
Begitu juga di Jogja banyak terdapat tempat wisata peninggalan sejarah budaya yang mempunyai nilai tinggi di mata dunia internasional.

Candi Kalasan



Candi Kalasan

Disebut juga dengan Candi Tara,karaena memang di persembahkan bagi Dewi Tara dan juga merupakan biara bagi para pendeta.Candi Kalasan ini di bangun sebagai penghargaan atas perkawinan Prapanca dari dinasti Sanjaya dengan Dyah Pramudya Wardhani dari dinasti Syailendra,dan selesai di bangun pada tahun 887M sehingga merupakan candi Budha yang tertua di Jogja.
Bangunan candi ini terletak di desa Kalibening kecamatan Kalasan kabupaten Sleman Yogyakarta atau sekitar 2 km sebelah barat candi Prambanan.Dan dari pusat kota Jogja berjarak sekitar 15 km arah timur,akses untuk menuju ketempat ini telah tersedia dan terpelihara dengan baik baik sarana fisik jalan untuk menuju maupun sarana transportasi.
Bangunan candi ini memiliki ciri fisik dengan ketinggian sekitar 34 meter dan lebarnya 45 meter.Terdiri dari tiga bagian candi yaitu bagian bawah candi atau kaki candi,bagian tubuh candi dan bagian atap candi.
Bagian bawah candi yang merupakan kaki candi tersebut berdiri pada sebuah alas batu yang berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 45 meter dan sebuah batu lebar.Memiliki stupa stupa dengan ketinggian sekitar 4,6 meter dan berjumlah 52 buah di sekelilingnya.

Candi Mendut



Candi Mendut

Candi Mendut ini belum bisa dipastikan kapan tahun pembuatanya,namun para ahli menyimpulkan bahwa candi ini lebih tua usianya dari pada Candi Borobudur,terletak di Yogyakarta dan berjarak sekitar 3 km dari Candi Borobudur.Candi Mendut ini merupakan bangunan candi dari hasil budaya agama Buddha dan masih ada keterkaitanya dengan candi Pawon.
Di dalamnya terdapat tiga buah ruangan yang begitu luas dan berisi tiga buah arca Buddha.
Arca Buddha Sakyamuni menghadap arah pintu,yaitu arca buddha yang digambarkan dalam posisi duduk berkhotbah dengan sikap tangan Dharmacakramudra yang menggambarkan sedang memberikan wejangan ajaran.
Kemudian arca Bodhisattva Avalokiteswara disisi kanan ruangan menghadap ke arah selatan,yaitu Buddha penolong manusia di gambarkan dalam posisi duduk dengan kaki kiri terlipat dan kaki kanan menjuntai kebawah dengan telapak kaki beralaskan bantalan teratai kecil.
Dan yang ketiga adalah arca Maytrea disisi kiri ruangan menghadap arah utara,yaitu Buddha pembebas manusia digambarkan dalam posisi duduk dan sikap tangan Simhakarna Mudra mirip dengan sikap tangan Vitarka Mudra akan tetapi dengan jari jari yang tertutup.

Candi Sambi Sari



Candi Sambi Sari

Candi Sambi Sari merupakn sisa peninggalan kejayaan masa Hindu di tanah Jawa,terletak di daerah Sleman.Candi beraliran Syiwaistis yang di bangun pada abad ke X oleh Wangsa Syailendra ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di desa Sambisari yang sedang mencangkul di ladangnya.
Dari hasil penelitian para arkeolog dari segi geologis batuan dan tanah yang yang menimbunya selama ratusan tahun yang lalu candi setinggi 7,5 meter ini diperkirakan tertimbun oleh material letusan gunung Merapi yang terjadi pada tahun 1006 M.dari hasil penggalian lokasi tersebut pada tahun 1966 dapat di pastikan bahwa daerah tersebut memang sebuah situs candi.
Candi Sambi sari ini memiliki keunikan tersendiri dengan bangunan bangunan candi yamg lain yaitu karena letaknya yang berada pada bawah permukaan tanah sedalam 6,5 meter dan jika pemgunjung melihatnya dari arah samping seolah olah muncul dari dalam tanah.

Candi Ratu Boko


Candi Ratu Boko

Berjarak hanya sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan terdapat peninggalan kerajaan Mataram Kuno yang lain yaitu komplek candi Ratu Boko yang di bangun pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran salah satu keturunan wangsa Syailendra.Dan menurut para ahli sejarah bangunan candi ini bersifat multi fungsi yaitu sebagai benteng keraton,tempat ibadah dan gua.
Candi Ratu Boko ini memiliki keistimewaan yaitu memiliki sifat  profan  yang ditunjukan dengan keberadaan paseban dan keputren.
Di dalam bangunan candi ini memiliki perpaduan bangunan dari unsur unsur Buddha dan Hindu,terlihat dengan adanya arca Linnga dan Yoni,Arca Ganesha dan lempengan emas yang bertuliskan om Rudra ya namah Swaha,yang merupakan bentuk dari pemujaan dewa Rudra nama lain dari dewa Shiwa.
Di tempat ini pada sisi sebelah utara anda dapat menyaksikan pemandangan kota Jogja dan pemandangan candi Prambanan dengan latar belakang gunung Merapi.
Dengan harga tiket masuk sebesar Rp15.000 per orabg dan unyuk menikmati kala sang matahari tenggelam dari tempat ini pengunjung di kenakan tiket masuk sebesar Rp 40000 per orang.

Candi Sari



Candi Sari

Terletak tidak jauh dari candi Kalasan dengan jarak hanya sekitar 300 meter arah timur,terlihat dari bentuk stupa nya candi ini merupakan candi peninggalan agama Budha.Candi ini diperkirakan di bangun pada abad 8 masehi pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran bersamaan dengan pembangunan candi Kalasan.
Pintu masuk pada bangunan candi ini yang menuju pada bagian dalam candi ini terkesan sederhana karena bagian dalam tangga mengalami kerusakan.

Candi Pawon


Candi Pawon

Candi Pawon ini berada pada lokasi sekitar 1,2 km arah barat candi Mendut dan sekitar 1,8 km arah barat candi Borobudur.Candi Pawon ini terletak tepat pada posisi garis sumbu yang menghubungkan candi Mendut dan Candi Borobudur.Selain dilihat dari posisi letak nya,dilihat dari motif kemiripan pahatan dari bangunan candi nya diperkirakan ke tiga candi ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lainya.
Berdasarkan dari seni bangunan dari candi ini merupakan penggabungan dari agama Hindu Jawa kuno dan India.Banyak pihak yang menyatakan bahwa sebenarnya Pandi Pawon ini adalah merupakan bangunan makam,namun dari banyak nya penelitian yang telah di lakukan ternyata bangunan ini adalah tempat menyimpan senjata Raja Indra yang bernama Vijranala yang dalam bahasa sansekerta Vijra berarti halilintar dan Anala berarti api.
Bangunan candi ini terbuat dari batuan gunung api,dari candi ini dapat diliatdari ragam hiasanya yang menarik.Berada pada teras dan dengan tangga yang agak lebar,semua bagian candi dihiasi dengan stupa dan dinding bagian luar di hiasi dengan relief pohon hayati(kalpataru) yang di apit oleh pundi pundi dan kinara kinari(mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia dan berbadan burung)

Candi Ijo


Candi Ijo

Adalah sebuah komplek candi yang berada di bukit Ijo yang diperkirakan dibangun pada sekitar abad 9 masehi,nama candi tersebut oleh masyarakat sekitar diambil dari nama perbukitan tempat dimana komplek percandian itu berada yaitu Gumuk Ijo(gumuk samadengan bukit).Dan bukit ijo ini merupakan kawasan tertinggi di daerah Prambanan Kabupaten Sleman dimana ketinggianya mencapai sekitar 410 meter diatas permukaan laut.
Sementara lokasi candi berada pada posisi ketinggian sekitar 357-359 diatas permukaan laut.Lokasi ini merupakan lokasi tertinggi di antara lokasi lain candi candi yang ada di Yogyakarta,sehingga banyak kalang
an penikmat wisata purbakala yang menyatakan bahwa Candi Ijo dikenal dengan sebutan Candi Tertinggi di Yogyakarta.
Dan komplek candi ini sebenarnya masih berada dalam satu komplek dengan candi candi lain semisal Candi Ratu Boko,candi Barong dan candi Banyunibo.
Candi candi tersebut berada pada perbukitan kapur di wilayah Prambanan,Sleman.


No comments:

Post a Comment