Info tempat Wisata dan Kuliner

Friday, 25 March 2016

Menikmati Pemandangan Eksotis dan Legenda Batu Ratapan Angin,Dieng Wonosobo




batu ratapan dieng


Tempat wisata yang indah dan eksotis yang terdapat di dataran tinggi Dieng,Wonosobo sebuah tikik tempat untuk menikmati sajian keindahan alam yang di suguhkan oleh Dieng ini.
Dan pada dasarnya pada dataran tinngi Dieng ini juga terdapat spot lain yang bisa di gunakan untuk menikmati keindahanya seperti misalnya Bukit Sikunir,Gunung Prau dan ada juga lagi yang dikenal dengan Gardu Pandang Dieng,suatu lokasi untuk menikmati hamparan hijau pegunungan ini yang di penuhi dengan hijau dan segarnya laham lahan pertanian milik warga masayarakat Dieng.

Dan satu lagi yang biasa di gunakan para wisatawan untuk menikmati keindahan dan pesona alam Dieng,dimana lagi kalau bukan pada sebuah tempat yang dikenal dengan nama Batu Ratapan Dieng,dari sinilah pengunjung bisa menikmati pemandangan indah luas yang terhampar di bawahnya.
Dari tempat ini pengunjung bisa menikmati keindahan dua buah telaga di bawahnya yaitu Telaga Warna dan Telaga Pengilon dan pada tempat ini bisa pula di jadikan sebagai tempat untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan yang luar biasa indahnya.
Lokasi ini sendiri berada pada sebuah tempat di atas Telaga Warna,pada dasarnya merupakan dua buah batu besar yang dari tempat itu bisa menikmati keindahan yang menakjubkan Telaga Warna dari sebuah ketinggian.
Dan anda akan takjub dengan pemandangan yang disajikan dari atas Batu Ratapan Angin ini berupa dua buah telaga dengan pemandangan warna air yang sangat kontras yaitu telaga Warna dan Telaga Pengilon yang mampu menarik minat wisatawan untuk mengunjunginya.

Sebuah cerita rakyat yang beredar pada masyarakat lokal setempat tentang asal usul pemberian nama tempat ini dengan sebutan Batu Ratapan Angin.
Tersebutlah pada masa itu sebuah pasangan muda mudi yang sedang kasmaran dan memadu kasih seorang pangeran yang tampan dengan seoarang putri yang cantik rupawan yang saling mencinta dan menyayangi.Namun begitu dalam hubunganya mereka terdapat pihak ketiga yang mencampuri hubungan asmaranya.Seoarang lelaki yang mempunyai pesona sehingga mampu menarik perhatian sang putri hingga kemudian secara diam diam mereka menjalani hubungan kasih asmara.
Namun begitulah dalam kehidupan ini,bahwa suatu kebusukan pada akhirnya akan terungkap juga pada saatnya,dari sikap dan gerak gerik sang putri menimbulkan prasangka dan kecurigaan sang pangeran.
Berawal dari situ lah kemudian Sang Pangeran ini pun timbul niat untuk menyelidiki terkait dengan kecurigaanya,dan benar pula pada suatu saat Sang Putri ini keluar untuk menjalin kasih asmara dengan lelaki gelapnya.Dan tanpa di sadari dan diketahui oleh sang Putri sang Pangeran ini pun mengikutinya.
Sampailah pada sebuah bukit yang rindang tempat sang putri memadu kasih denngan lelaki barunya itu,yang tentu saja membuat sang Pangeran menjadi terkejut.
Dan tanpa menunggu lebih lama lagi sang Pangeran pun menuju mereka dan langsung menghardiknya,dan di lain pihak keadaan tersebut membuat sang Putri terkejut yang berlanjut pada sebuah pertengkaran antara sang Pangeran dengan sang Putri dan lelaki itu.
Dan akibat sudah tersulut emosi,sang putri pada saat pertengkaran itu hingga membuat ia nekad untuk berusaha membunuh sang Pangeran,yang berakibat menyulut kemarahan sang Pangeran saat itu juga,sehingga sang Pangeran pada saat itu juga mengutuk sang putri dan kekasih gelapnya menjadi batu dengan posisi sang putri duduk dan lelaki selingkuhanya berdiri.
Dan pada saat saat tertentu ketika sedang tertiup angin kedua batu itu pun mengeluarkan seolah suara rintihan tangisan penyesalan keduanya,berawal dari situlah masyarakat sekitar memberi nya nama dengan Batu Ratapan Angin.







Wisatawan dapat mencapai lokasi Batu Ratapan Angin ini dengan jalan melalui Telaga Warna itu sendiri atau bisa juga melalui Dieng Plateu Theatre.Namun begitu akan lebih dekat mencapainya dari Dieng Plateu Theater dengan berjalan beberapa menit pada sebuah route yang agak mendaki.
Dan jika mencapainya melalui Telaga Warna dibutuhkan waktu sedikit lama,namun begitu selam dalam perjalanan menuju Batu Ratapan Angin ini akan di suguhi indahnya pemandangan hutan wisata yang ditumbuhi dengan hijau dan rimbunya berbagai macam pepohonan yang terdapat diatas Telaga Warna.

Dan sampai saat ini keberadaan legenda tentang Batu Ratapan Angin ini masih beredar di kalangan masyarakat.Terlepas dari kebenaranya semua harus disikapi dengan bijak,bagaimanapun juga hal tersebut merupakan khasanah kekayaan ceriat rakyat yang terdapat pada satu masyarakat yang menyumbang kekayaan dan keanekaragaman budaya.
Dan bila ditinjau dari segi ilmu pengetahuan,fenomena suara aneh yang timbul ketika angin bertiup bisa dijelaskan dengan satu logika.

No comments:

Post a Comment