Info tempat Wisata dan Kuliner

Saturday, 30 April 2016

Minikmati Cantiknya Wisata Gunung Tidar Magelang,Jawa Tengah





Merupakan salah satu gunung yang berada pada kawasan perkotaan,karena memang bila di telusuri lebih dalam lagi adalah sangat jarang menemukan keberadaan sebuah gunung yang berada di tengah suatu kota. Dan salah satu yang bisa didapati adalah Gunung Tidar yang berada di pusat kota Magelang.
Sebuah gunung yang berada pada satu kawasan kota dan memang tidak terlalu tinggi,dengan ketinggian sekitar 503 mdpl nampak terlihat menjulang di tengah kawasan perkotaan Magelang.
Dengan posisi yang berada di tengah kota memang mempunyai peranan yang penting dan strategis utamanya dalam hal pengurangan kadar polusi pada satu kota,dengan kondisi kelebatan kawasan hutan pinus,pohon cemara dan hutan salak yang merupakan hasil reboisasi yang di lakukan dahulu sekitar tahun 60an.
Suatu hasil reboisasi yang baik dimana kawasan sekitar Gunung Tidar ini terlihat lebat,hijau dan terasa menyegarkan yang makin memfungsikan posisinya sebagai paru paru kota Magelang sehingga kawasan kota nya terasa berhawa sejuk dan segar.

Satu mitos yang beredar pada masyarakat Magelang secara turun temurun yang menyatakan bahwa Gunung Tidar ini merupakan paku nya Pulau Jawa,terkait dengan mitos dan kejawen yang menyatakan bahwa pada saatnya Pulau Jawa akan terserap terbawa arus laut jika tidak di tancapkan sebuah paku di tengahnya.
Dan konon berikutnya pada saat tertentu ada Dewa yang turun menancapkan paku di tengah Pulau Jawa ini,dan kemudian menjelma dan membentuk menjadi Gunung Tidar.
Terlepas dari kebenaran cerita,mitos tersebut adalah satu hal yang memperkaya khasanah budaya Jawa pada khususnya dan budaya Indonesia pada umumnya dan memang kenyataanya secara geografs letak gunung tersebut memang berada di tengah Pulau Jawa.

Disamping adanya dengan seputar mitos yang menyatakan keberadaan seorang Dewa yang turun ke bumi dan kemudian menancapkan paku,juga beredar pula di tengah masyarakat tentang suatu legenda,cerita yang masih beredar hingga sekarang ini.
Yaitu legenda tentang kebesaran dan heroisme Syeikh Subakir,seseorang yang datang dari negeri Turki yang bersama sengan Syeikh Jangkung mempunyai misi untuk menyebarkan ajaran Agama Islam.
Dalam hal heroisme ini tadi,di mana Syeikh Subakir ini mampu mengalahkan jin penguasa Gunung Tidar yang pada saat itu merupakan suatu kawasan hutan lebat an merupakan istana lelembut,seorang jin penguasa gunung ini dikenal dengan nama Kiai Semar,namun perlu di ketahui bahwa Kiai semar ini bukanlah Semar yang kita kenal ada dalam ceriata pewayangan.
Tidak rela atas kedatangan Syekh Subakir ini Kiai Semar melakukan perlawanan terhadap sang Syeikh,tentu saja dengan mendapat bantuan dari para bala tentara lelembutnya yang merupakan pengikut Kiai Semar.
Dan hasil dari pertempuran melawan Syeikh Subakir ini,Kiai Semar dan para lelembutnya akhirnya bisa di kalahkan.
Namun dari satu pertempuran yang di lalui nya di mana berada posisi yang kalah,sebelum melarikan diri Raja Jin ini bersumpah bahwa suatu saat pada saatnya nanti akan kembali ke Gunung Tidar,kecuali jika rakyat di daerah ini mau dan secara sukarela menjadi pengikut Syeikh Subakir.
Dan begitulah hingga saat ini masyarakat di dearah ini dan pada umumnya masyarakat Magelang hidup dalam suasana tentram dan damai sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing masing.

Dan dibalik kerimbunan serta kelebatan Gunung Tidar ini,ternyata pada kawasan gunung ini terdapat beberapa situs dan makam.
Sebelum sampai pada puncak gunung ini terdapat suatu makam yang penemunya adalah Almarhum KH Ahmad Abdul Haq Dalhar atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Mad yang beliau ini adalah pengasuh Pondok Pesantren Watucongol Muntilan.
Adapun makam tersebut adalah merupakan makam dari Syeikh Subakir yang berasil mengalahkan dan menaklukan jin penguasa Gunung Tidar yang kemudian menyebarkan ajaran agama Islam di Magelang, sesuai dengan legenda yang telah di sebutkan sebelumnya.
Dan sebelum keberadaan makam ini di temukan keberadanya tertutupi oleh kerimbunan semak belukar gunung yang tentunya sangat lebat.
Dan karena kemampuan yang dimiliki oleh Mbah Mad ini yaitu dalam hal menemukan makam makam para wali yang letaknya tersembunyi dan di anggapa sebagai makam biasa oleh masyarakat sekitarnya.
Dan setelah penemuanya kemudian makam ini dilakukan sebuah renovasi,terkait dengan banyaknya para peziarah yang datang dari berbagai daerah ke lokasi makam ini.

Tak berada jauh dari lokasi makam Syeikh Subakir,setelah menapaki jalan setapak yang berpaving terdapatlah sebuah cungkup dengan ukuran yang panjang.Dan konon kabarnya yang dimakamkan disitu adalah tombak pusaka Syeikh Subakir yang dahulu kala di gunakan sebagai senjata dalam perang yang mengalahkan Raja Jin penguasa Gunung Tidar ini.
Dengan bentuk nisan yang diluar pada umumnya yaitu dengan panjang mencapai tujuh meter dan lebar mencapai satu meter.
Dan tak jauh dari lokasi makam pusaka ini,melangkah ke atas lagi maka sampailah ke puncak Gunung Tidar beruapa sebuah lapangan yang luas.
Sebuah monumen kokoh berada pada puncak gunung ini yaitu sebuah Monumen Akademi Militer yang menjulang culup tinggi,yang juga berfungsi sebagai penanda bahwa Gunung Tidar ini masih merupakan kawasan yang dimiliki AKMIL yang juga di jadikan sebagai tempat para taruna akmil melakukan latihan dan kegiatanya.

Dan di tengah tengah puncak gunung ini pun terdapat suatu tugu kecil dengan ornamen tulisan jawa yang dikelilingi denganpagar besi.
Diketahui pula bahwa pada saat saat hari tertentu di bawah tugu ini terdapat sesajen,karena memang menurut cerita legenda masyarakat sekitar tugu inilah yang melambangkan dan pula menggambarkan secara kosmik menjadi simbol pakunya tanah Jawa dan konon energi supranatural terpancar kuat dari tempat ini.
Dan pada sisi timur puncak Gunung Tidar ini terdapat sebuah pohon beringin besar dengan akar akar sulurnya yang menjuntai ke bawah sebagai indikasi yang menunjukan bahwa usia dari pohon beringin ini sudah lah sangat tua.Dan di bawah pohon beringin ini terdapt suatu makam dengan nisan marmer kecil yang bertuliskan Petilasan Pangeran Purbaya,yang konon dahulu di gunakan sebagai tempat bertapa Pangeran Purbaya.

Dan di luar semua cerita cerita legenda yang melingkupi keberadaan Gunung Tidar ini,masyarakat Magelang memanfaatkan keberadaan lokasi gunung ini untuk kegiatan olah raga dan juga sebagai satu tujuan wisata alam untuk refreshing.
Dengan jalur treking yang cukup menantang memberikan satu tantangan tesendiri dengan ratusan anak tangga siap untuk di daki dengan sudut elevasi jalur pendakian yang beragam baik yang melandai atau yang menanjak.
Dengan hawa kesegaran dan kesejukan udara yang terdapat pada lokasi ini,karena merupakan hasil oksidasi yang melimpah dari pepohonan cemara dan pinus yang tinggi menjulang dan juga rimbun menghijau.yang tentunya sangat menunjang untuk kegiatan wisata dalam rangka mengembalikan kembali kesegaran tubuh dan juga pikiran.Sedang kan waktu yang di butuhkan untuk mendaki hingga sampai ke puncak gunung ini di butuhkan waktu sekitar 30 menit apabila di lakukan dengan berjalan santai.
Selain itu,dengan luasnya puncak gunung yang menyerupai sebuah lapangan dan pemanfaatanya sebagai jalur treking,para pengunjung bisa juga memanfaatkanya unutk melakukan kegiatan olah raga sepak bola,futsal ataupun latihan beladiri,hal ini untuk menggambarkan luas dan nyaman nya puncak Gunung Tidar.






Para pengunjung bisa mencapai lokasi Gunung Tidar ini dengan sangat mudah,karena suatu akses yang terdapat pada kawasan kota Magelang yaitu melalui akses yang merupakan satu satunya,melewati desa Barakan sisi utara lereng Gunung Tidar belakang terminal lama Jln Ikhlas Magelang.
Dan kendaraan pribadi ataupun motor bisa parkir di depan gerbang masuk,atau juga bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan angkutan umum pun telah tersedia melayani route ini.
Dan tidak ada harga tiket masuk unutk mengunjungi lokasi wisata gunung Tidar ini,hanya sekedar mengisi kotak amal seikhlasnya dan tentunya membayar biaya parkir kendaraan anda bagi yang menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju lokasi ini.
Dan karena keberadaan nya yang bisa dikatakan di tengah kota,bagi anda yang menginginkan fasilitas menginap di sekitar likasi Gunung Tidar tidak lah perlu kerepotan karena sudah banyak fasilitas menginap di sekitar lokasi baik itu yang berkelas melati maupun yang berkelas hotel bintang empat dengan harga variasi mulai dari Rp 100.000 hingga yang mencapai Rp 500.000/per malam nya.



tugu paku pulau jawa




No comments:

Post a Comment