Info tempat Wisata dan Kuliner

Wednesday, 10 August 2016

Museum Kereta Api Ambarawa,Semarang


lokomotif kereta api uap



Adalah sebuah museum kereta api yang pada awalnya merupakan sebagai sebuah stasiun kereta api yang terletak di kota Ambarawa,Kabupaten Semarang Jawa Tengah.Tepatnya di Jalan Satsiun No 1 Ambarawa Semarang.
Sebuah Museum Kereta Api yang memiliki kelengkapan kereta api pada masanya yang dahulu pernah jaya.
Salah satunya terdapat dua buah lokomotif kereta api uap yang pada saat sekarang ini masih dapat menjalankan fungsinya sebagai kerata api wisata,yaitu lokomotif dengan nomor B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslingen serta B 5112 buatan Hannoversche Maschinenbau AG.
Merupakan sebuah kereta api uap bergerigi yang tergolong sangat unik dan merupakan salah satu dari tiga yang masih ada di dunia,dua diantaranya ada di Swiss dan India.
Selain dari koleksi koleksi tersebut yang bisa dikatakan unik tersebut,masih dapat disaksikan lagi berbagai macam jenis lokomotif uap dari seri B,C,D hingga jenis CC yang paling besar ( CC 5029,Schwiezerische Lokomotiv und Maschinenfabrik/Swiss Locomotive Und Machine Works ) di halaman museum.

Ambarawa pada awalnya adalah sebuah kota militer paja jaman pemerintahan Kolonial Belanda.
Pada saat itu Raja Willem I memerintahkan untuk membangun sebuah stasiun kereta api baru yang memungkinkan pemerintah kolonial untuk mengangkut tentaranya ke Semarang.
Pada tanggal 21 Mei 1873,stasiun kereta api Ambarawa di bangun pada sebah lahan seluas 127.500 meter persegi,dengan nama sebagai Satsiun Willem I.
Pada awalnya stasiun ini menjadi titik pertemuan antara lebar sepur 1.453 mm kearah Kedungjati dengan 1.067 mm ke arah Yogyakarta melewati Magelang.
Hal ini masih bisa terlihat bahwa kedua sisinya dibangun stasiun kereta api untuk mengakomodasi ukuran lebar sepur yang berbeda.
Museum Kereta Api Ambarawa ini akhirnya di bangun pada tanggal 6 Oktober 1976 di Stasiun Ambarawa untuk melestarikan lokomotif uap yang kemudian berada pada masa pemanfaatan kembali ketika jalur rel 1.453 milik pemerintah,Perusahaan Negara Kereta Api di tutup.
Dan museum ini adalah merupakan sebuah museum terbuka yang terdapat dalam komplek stasiun.

        Daya Tarik

Museum ini melayani kereta wisata Ambarawa - Bedono pp,Ambaraw - Tuntang pp dan lori wisata Ambarawa - Tuntang pp atau lebih dikenal sebagai Ambarawa Railway Mountain Tour ini beroperasi dari musium ini menuju Stasiun Bedono yang berjarak sekitar 35 km dan di tempuh dalam jangka waktu sekitar 1 jam.Kereta ini melewati sebuah jalur rel yang bergerigi yang ada hanya di sini dan di Sawahlunto.
Panorama keindahan alam seperti lembah yang hijau antara Gunnung Ungaran dan Gunung Merbabu dapat disaksikan sepanjang perjalanan.
Pemandangan lain yang akan dapat anda nikmati ketika menikmati kereta dan lori Ambarawa - Tuntang pun tak kalah bagusnya.
Kereta ini berangkat dari Stasiun Museum menuju Stasiun Tuntang yang berada pada jarak sekitar 7 km dari museum.Di sepanjang jalan dapat dilihat lanskap menawan berupa sawah dan ladang dengan latar belakang Gunung Ungaran,Gunung Merbabu dan Rawa Pening di kejauhan.

Wisata yang dapat anda nikmati di Museum KA Ambarawa antara lain:
- Wisata sejarah,itu pasti
- Bangunan Stasiun arsitektur Belanda yang masih terawat
- Benda benda bersejarah yang terpanjang di ruang pameran dan sudut sudut stasiun
- Belasan lokomotiv yang terpampang di depan stasiun
- Wisata Kereta Lori seharga Rp.10.000 per orang dengan kapasitas minimal 20 orang melalui rute dari Stasiun Willem I menuju stasiun lama di Tuntang dengan pemandangan panorama indah dari kawasan pedesaan,perbukitan,sawah sawah,Rawa Pening dan pemandangan pegunungan yang bagus banget.
- Wisata kereta ketel uap dengan tujuan Stasiun Willem II di daerah Jambu dengan biaya Rp 3.500.000 sekali jalan dengan kapasitas maksimal 40 orang.
Pemandangan yang ditawarkan pun tak kalah bagusnya dengan kereta lori.
Yang paling menarik adalah ketika kereta mendaki menaiki bukit dengan menggunakan roda bergerigi.
Namun sayangnya fasilitas ini beroperasi ketika ada kunjungan turis atau pada saat musim liburan saja.
- Pusat jajan dan cendramata di samping stasiun.





bangunan stasiun berarsitektur belanda


         Fasilitas

Museum kereta api ini mengkoleksi sebanyak 21 lokomotif uap.Saat ini terdapat 3 lokomotif yang dapat dioperasikan .
Koleksi lainya yang terdapat pada museum ini adalah telephone antik,peralatan telegraf Morse,bel antik dan beberpa perabotan antik.
Beberapa lokomotif uap,adalah dua unit kelas B 25 ( Eslingen 0-4-2 RT ) yaitu B 2502 dan B 2503 ( 2 dari 3 unit lokomotif yang tersisa,lokomotif ketiga B 2501 di monumenkan di Monumen Palagan Ambarawa ).

Dahulu terdapat loko uap kelas E 10 ( Esslingen 0 -10-0RT),bernomor E 1060 yang semula dikirimkan ke Sumatra Barat pada tahun 1960 untuk menarik kereta api batubara tetapi kemudian di bawa kembali ke jawa.Dan sebuah lokomotif konvensional 2-6-OT C 1218 yang dihidupkan kembali pada tahun 2006 setelah lama di simpan di Cepu kemudian di relokasi ke Ambarawa pada tahun 2002.

Namun lokomotif E 1060 dipulangkan kembali ke Sawahlunto sedangkan lokomotif C 1218 di bawa ke Surakarta dijadikan kereta wisata Jaladara.
Baru baru ini museum kerata mendapat sebuah lokomotif disel hidrolik D 300 23 yang berasal dari depo lokomotif di Cepu yang dipindah ke depo lokomotif di Ambarawa pada tanggal 6 Oktober 2010.
Lokomotif uap B 5112 yang buatan pabrik Hanomag,telah berhasil dihidupkan kembali setelah mati selama 30 tahun.
Museum Ambarawa juga mempunyai beberapa koleksi baru seperti kereta kayu CR dari Madura,kereta kayu dari Kebonpolo Magelang,NR kayu dari Balai Yasa Yogyakarta,gerbong GR dari Balai Yasa Manggarai dan masih banyak lainya.




CC 5029


       Akses Lokasi

Terletak pada satu tempat yang cukup strategis membuat museum kereta apai ini banyak mendapat kunjungan dari para wisatawan,sehingga menjadikanya sebagai sebuah obyek wisata andalan kota tersebut.
Apabila anda hendak mengunjunginya dan berasal dari arah jalur Semarang maka jalur yang harus anda lewati terus saja ke arah selatan Ungaran hingga sampai pada pertigaan Bawen,belok arah kanan yang merupakan jalur menuju Yogyakarta hingga sampai Tugu Palagan Ambarawa.
Apabila anda berasal dari arah jalur Yogyakarta,maka terus saja menuju arah kota Semarang.
Dan sebelum sampai di kota Semarang,akan anda jumpai pertigaan Tugu Palagan Ambarawa,dan setelah sampai di tugu tersebut,anda diarahkan untuk belok kiri menuju arah Semarang atau kanan arah Yogyakarta.
Dari situ berjarak sekitar 100 meter sudah sampai museum kereta api.

Jika anda berasal dari jalur Solo,terdapat suatu jalur alternatif langsung menuju belakang museum kereta api Ambarawa .Jalur yang harus dilewati adalah Blotongan - Banyubiru - Ambarawa dengan pemandangan pegunungan Telomoyo yang sangat indah di sebelah kanan dan luasnya Danau Rawa Pening yang eksotis di sebelah kiri jalan.
Disamping itu terdapat juga jalur lain yang memungkinkan untuk anda lalui yaitu jalur Salatiga - Tuntang ( jembatan belok kiri )- Ambarawa,dengan pemandangan kebon kopi di sisi kanan dan hanyutan air Rawa Pening disebelah kiri.

Jam buka:
Senin- Minggu pukul 08.00 - 16.00 WIB

Harga Tiket:
- Tiket masuk : Rp 5.000
- Tiket lori : Rp 10.000 , Rp 15.000 (hari libur )
- Tarif kereta api uap : Rp 5.250.000 (pp) kapasitas 80 penumpang.










No comments:

Post a Comment