Info tempat Wisata dan Kuliner

Tuesday, 13 September 2016

Klenteng Sam Poo Kong Semarang





Klenteng Sam Poo Kong selain merupakan tempat ibadah dan juga tempat ziarah juga merupakan suatu tempat destinasi wisata sejarah yang menarik untuk anda kunjungi di kota Semarang.
Tempat ini juga dikenal dengan nama Gedong Batu,di sebut demikian karena memang pada awalnya tempat ini adalah merupakan suatu gua batu besar yang terletak pada sebuah bukit batu yang terletak di daerah Samongan,barat daya Semarang.Namun sebagian orang menyatakan bahwa sebenarnya asal kata yang benar adalah Kedong Batu alias tumpukan batu batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai.

Klenteng Sam Poo Kong merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok yang beragama Islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho.
Menurut cerita pada awal abad ke-15 Laksamana Zheng He sedang dalam pelayaran mengarungi pantai Laut Jawa dan sampai pada sebuah semenanjung.Dan kebetulan pada saat itu ada awak kapal yang sakit dan beliau memerintahkan mendarat dengan menyusuri sebuah sungai yang sekarang dikenal dengan nama Kaligarang.Kemudian mendarat pada sebuah desa yang bernama Simongan dan pada tempat tersebut beliau menemukan sebuah gua batu besar yang di gunakan untuk bersemedi dan bersembahyang.
Dan pada waktu itu Zheng He memutuskan untuk menetap sementara di Simongan tersebut serta memberikan perawatan terhadap awak kapalnya yang sakit dengan menggunakan ramuan dedaunan yang ditemukan disekitar tempat tersebut.








Setelah ratusan tahun berlalu pada bulan Oktober 1724 diadakan upacara besar besaran sekaligus pembangunan kuil sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Zheng He ( Sam Po Tay Djen ).
Dua puluh tahun sebelumnya di beritakan bahwa gua yang dipercaya sebagai tempat bersemedi Sam Poo runtuh disambar petir,dan tidak berselang lama berikutnya di bangun kembali dan di dalamnya di tempatkan sebuah patung Sam Poo dengan empat anak buahnya yang didatangkan dari Tiongkok .
Pada perayaan tahun 1724 tersebut telah ditambahkan bangunan emperan di depan gua.
Perayanan tahunan peringatan pendaratan Zheng He merupakan suatu agenda utama di kota Semarang dengan agenda awal berupa upacara agama di kuil Tay Kek Sie di Gang Lombok.Setelah itu kemudian dilanjutkan dengan arak arakan Patung Sam Po Kong di kuil Tay Kek Sie ke Gedong Batu dan kemudian patung itu diletakan berdampingan dengan patung Sam Poo Kong yang asli yang terdapat di Gedong Batu.

Komplek Klenteng Sam Poo Kong terdiri atas sebuah anjungan yaitu Kelenteng Besar dan Gua Sam Poo Kong,Klenteng Tho Tee Kong  serta empat tempat pemujaan ( Kyai Juru Mudi,Kyai Jangkar,Kyai Cundrik Bumi dan Mbah Kyai Tumpeng ),Klenteng Besar dan gua yang merupakan sebagai pusat seluruh kegiatan pemujaan.Dan gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini di percaya sebagai suatu petilasan yang pernah digunakan oleh Sam Po Tay Djen sebagai tempat tinggal.
Bentuk bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun,berbeda dengan tipe klenteng lain bahwa klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah dan pada bagian tengah ruangan
terdapat tempat pemujaan Sam Po.








patung Laksamana Cheng Ho

Hampir keseluruhan bangunan klenteng,Kuil Sam Poo Kong yang terletak di daerah Simongan ini bernuansa merah khas bangunan China.Sejumlah lampion lampion merah tidak hanya menghiasi bangunan klentengnya saja,namun juga menghiasi pohon pohon yang menuju pintu masuk klenteng.
Pada saat ini tempat tersebut di gunakan sebagai tempat peringatan dan pemujaan atau bersembahyang serta sebagai tempat untuk berziarah.
Untuk keperluan keperluan tersebut di dalam gua batu diletakan sebuah altar serta patung patung Sam Po Tay Djen.Padahal seperti diketahui bahwasana Laksamana Zheng He ini adalah seorang muslim tetapi oleh mereka dianggap dewa dan hal ini bisa dimaklumi mengingat Agama Kong Hu Chu atau Tau menganggap orang yang telah meninggal dapat memberikan pertolongan kepada mereka.

Bangunan inti dari klenteng ini adalah sebuah Goa Batu yang di percaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Ho beserta anak buahnya ketika mengunjungi pulau Jawa pada abad ke- 15.
Goa aslinya tertutup longsor yang terjadi beberapa tahun setelah pendaratanya tersebut yang kemudian di bangun kembali oleh penduduk setempat sebagai sebuah bentuk penghargaan kepada beliau.
Dan kini di dalam goa tersebut terdapat patung Cheng Ho yang dilapisi emas dan digunakan sebagai ruang sembahyang dalam memohon doa restu keselamatan,kesehatan dan rejeki.
Selain bangunan inti goa batu tersebut,yang pada dindingnya dihiasi relief tentang perjalanan Laksamana Cheng Ho dari daratan China sampai ke Jawa,pada area tersebut juga terdapat satu klenteng besar dan dua tempat persembayangan yang lebih kecil.

Tempat tempat sembahyang tersebut dinamai sesuai dengan peruntukanya yaitu klenteng Thao Tee Kong yang merupkan tempat pemujaan Dewa Bumi untuk memohon berkah dan keselamatan hidup.
Sedangkan tempat pemujaan Kyai Juru Mudi berupa makam juru mudi kapal yang ditumpangi Laksamana Cheng Ho.
Tempat pemujaan lainya adalah Kyai Jangkar karena disini tersimpan jangkar asli kapal Cheng Ho yang dihiasi dengan kain warna merah pula.Pada tempat ini di gunakan sebagai tempat sembahyang arwah Ho Ping yaitu mendoakan arwah yang tidak bersanak kelurga yang mungkin belum mendapatkan tempat di alam baka.
Lalu ada tempat pemujaan Kyai Cundrik Bumi yang dulunya merupakan tempat penyimpanan segala jenis persenjataan yang digunakan oleh awak kapal Cheng Ho serta Kyai dan Nyai Tumpang yang mewakili tempat penyimpanan bahan makanan pada masa Cheng Ho.
Karena seluruh area lebih dimaksudkan untuk sembahyang maka tidak seluruh orang dapat memasukinya,bangunan kuil baik yang besar maupun yang kecil dipagari dan pintu masuknya dijaga oleh petugas keamanan.Hanya  pengunjung yang bermaksud bersembahyang saja yang diperkenankan masuk,sedangkan pengunjung yang merupakan wisatawan yang berniat melihat lihat dapt melakukanya dari balik pagar




seorang pengunjung sedang berziarah di klenteng Sam Poo Kong

Semenjak renovasi besar yang dilakukan dari tahun 2002 dan selesai pada tahun 2005 yang menelan dana hingga 20 Milyar Sam Poo Kong menarik banyak orang yang berminat untuk mengunjunginya.
Di halaman yang luas di depan klenteng terdapat sejumlah patung termasuk patung Laksanama Chen Ho yang cukup menarik untuk dinikmati.
Pada tempat inilah atraksi atraksi kesenian berupa tari tarian,barongsai atau bentuk kesenian lain digelar untuk memperingati hari hari bersejarah yang berhubungan dengan Cheng Ho atau budaya China.
Pada bulan Agustus misalnya selalu diadakan festival mengenang datangnya Cheng Ho ke Semarang dan perayaan disertai dengan arak arakan,bazaar dan festival barongsai.
Serta hari hari besar lainya yang dirayakan disini misalnya Hari Raya Imlek serta hari kelahiran Cheng Ho.Kedatangan turis turis asing terutama dari China hal ini menunjukan bahwa Sam Po Kong telah dikenal luas di dunia.Di samping itu juga tentunya turis turis asing lain yang berasal dari Amerika,Rusia dan Brazil yang hal tersebut dapat diketahui dari uang sedekah yang ditinggalkan pengunjung.
Laksamana Cheng Ho yang keturunan Persia dan beragama Islam membuat tempat ini juga banyak dikunjungi oleh mereka yang beragam Islam termasuk mereka yang datang dari China.




No comments:

Post a Comment