Info tempat Wisata dan Kuliner

Sunday, 11 September 2016

Vihara Buddhagaya Watugong Semarang






Semarang merupakan salah satu kota bersejarah di Indonesia yang mempunyai banyak tempat wisata yang layak untuk anda kunjungi.Dan salah satu destinasi wisata bersejarah yang dapat anda kunjungi yang berada di kota ini adalah Vihara Buddhagaya yang terletak di Jalan Raya Pudakpayung,Watugong Semarang.Lokasi tepatnya Vihara Buddhagaya ini terletak dikota Ungaran atau jalan menuju arah Solo maupun Yogyakarta dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari pusat kota Semarang.
Letaknya begitu strategis di pinggir jalan raya tepat di depan Markas Kodam IV Diponegoro Watugong, sehingga lokasi wisata bersejarah begitu mudah untuk anda kunjungi.Dan penamaan tempat ini dengan nama Watugong karena di daerah tersebut ditemukan watu ( batu ) yang bentuknya mirip dengan gong.

Komplek bangunan Vihara Buddhagaya Watugong ini dengan luas areal sekitar 2,25 hektare terdiri atas 5 bangunan utama dengan 2 bangunan utama yaitu Pagoda Avalokitesvara dan Vihara Dhammasala yang dibangun pada tahun 1955.Selain itu pada komplek bangunan vihara ini juga terdapat monumen Watugong,Patung Dewi Kwim Im,patung Budha di bawah pohon Bodhi yang terletak di pelataran vihara,patung Budha tidur berwarna coklat dengan pakaian dan tubuh berwarna emas disebelah kiri pagoda,serta kolam teratai di sekitar pagoda.
Sementara pohon Bodhi ( Ficus Religiosa ) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya ini di tanam oleh Banthe Naradha Mahathera pada tahun 1955.








Ikon paling terkenal dari Vihara Buddhagaya ini adalah Pagoda Avalokitesvara atau disebut dengan Pagoda Metakaruna yang berarti pagoda cinta dan kasih sayang dan didirikan dengan tujuan untuk menghormati Dewi Kwan Sie Im Pot Sah yang dipercaya oleh umat Buddha sebagai dewi kasih sayang.
Pagoda Avolokitesvara ini mempunyai tinggi sekitar 45 meter dan tersdiri dari 7 tingkat yang menyempit ke atas tujuh tingkat ini dan mempunyai filosofi kesucian yang akan dicapai oleh pertapa setelah mencapai ke tingkat yang ke tujuh.
Pagoda Avalokitesvara yang identik degan perpaduan antara warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok ini diresmikan sebagai pagoda yang tertinggi di Indonesi oleh Muri pada tahun 2006.

Sementara itu di dalam Pagoda Avolokitesvara ini yang mempunyai ukuran 15 kali 15 meter dan berbentuk segi delapan terdapat patung Dewi Kwim Im serta patung Panglima We Do pada sisinya.Di tingkat ke dua hingga tingkat yang ke enam terdapat patung Dewi Kwim Im yang menghadap ke empat penjuru arah mata angin yang mempunyai arti agar Sang Dewi mampu untuk memancarkan kasih sayang ke seluruh penjuru mata angin.Semantara itu di bagian puncak pagoda terdapat patung Amithaba yaitu guru besar para dewa dan manusia.
Di puncak dari pagoda ini juga terdapat stupa untuk menyimpan relik,yaitu mutiara Budha namun begitu pengunjung tidak bisa untuk mencapai puncak ini dikarenakan memang tidak tersedia akses untuk mencapai puncak tersebut.Dan total patung yang terdapat di Pagoda Avlokitesvara berjumlah sekitar 30 buah.






Vihara Dhammasala


Penggunanan Pagoda Avolokitesvara itu sendiri adalah untuk ritual Tjiam Shi yaitu suatu ritual untuk mengetahui nasib manusia dengan cara menggoyangkan bambu yang sudah di beri tanda hingga salah satu bambunya terjatuh.
Dan kemudian jika anda menghendaki membaca hasil ramalan bisa langsung di tanyakan kepada petugas yang ada.Ada suatu kepercayaan dalam hal peramalan nasib ini bahwasanya konon jika sudah menggoyangkan bambu selama 3 kali berturut turut dan bambunya tidak jatuh,suatu pertanda bahwa hari tersebut bukan merupakan satu hari yang cocok untuk meramal nasib.

Bangunan ke dua dari Vihara Buddhagaya yang menyita perhatian adalah Vihara Dhammasala yang secara fisik bangunan ini terdiri dari dua lantai.
Lantai pertama adalah aula serbaguna yang mempunyai panggung di bagian depan sedang pada lantai kedua terdapat ruang Dhammasala yang digunaakn untuk acara ibadah umat Buddha.
Di dalam vihara ini terdapat patung Buddha duduk yang berwarna emas dengan ukurna yang besar,sementara di sekeliling vihara ini terdapat pagar dengan ukiran relief cerita Pattica Samuppada yaitu suatu proses kehidupan manusia dari lahir hingga meninggal dunia.

Bagi pengunjung yang hendak memasuki vihara ini,terdapat suatu ritula khusus yaitu dengan menginjak relief ayam,ular dan babi yang terdapat pada pintu masuk vihara.
Menurut keyakinan umat Buddha bahwa ayam merupakan suatu simbol keserakahan,ular adalah lambang kebencian sedangkan babi melambangkan kemalasan.
Adapun tujuan dari menginjak relief relief ini,maka umat manusia diharapkan dapat meninggalkan karakter karakter tersebut dan dapat masuk ke Nirwana.









Untuk anda ketahui pula bahwasanya pembangunan vihara ini dibangun dengan menggunakan material material yang di datangkan atau diimpor langsung dari China.
Baik itu genteng,relief relief batu yang ada di tangga,lampu naga,kolam naga,air mancur naga,patung kilin dan burung hong serta semua aksesoris yang ada di Vihara Buddhagaya merupakan suatu material yang di buat di China.Saat ini Vihara Buddhagaya merupakan suatu bangunan di bawah binaan Sangha Theravada yaitu merupakan suatu organisasi kebhikkuan yang berpedoman pada Kitab Suci Tripitaka Pali.

Dan bagi anda pengunjung yang menghendaki untuk menginap,di depan Vihara Buddhagaya ini terdapat suatu cottage yang bisa anda gunakan yang disediakan oleh pengurus vihara.
Pengurus Vihara Buddhagaya tidak mematok tarif retribiusi bagi pengunjung alias dapat memberikan harga tarif seikhlasnya.
Jam buka dai vihara ini adalah jam 07.00 - 21.00 WIB,dan bagi anda pengunjung di harapkan untuk menggunakan baju tertutup dan bicara dengan sopan.





No comments:

Post a Comment