Info tempat Wisata dan Kuliner

Saturday, 21 April 2018

Wisata Religi Masjid Agung Demak,Jawa Tengah

Demak,Jawa Tengah ketika mendengar nama kota ini tidaklah bisa lepas dari sejarah tentang perkembangan ajaran Islam di Jawa dan Indonsia pada umumnya.
Di kota inilah pada masanya dahulu para wali berkumpul,sebuah kota yang cukup strategis letaknya di sisi utara Pulau Jawa.
Yang pada kala itu saat perdagangan dilakukan dengan transportasi laut membuatnya kota ini banyak disinggahi oleh pendatang,hal ini nampaknya menjadikan banyak sekali warisan peninggalan budaya dan juga sejarah yang bisa dinikmati pada saat ini.
Salah satunya adalah Masjid Agung Demak,kita pasti mengenalnya sebagai suatu destinasi wisata religi yang sangat favorit sehingga banyak peziarah yang datang mengunjungi masjid ini.




Masjid Agung Demak yang dibangun Raden Patah bersama para wali pada tahun1478



Sejarah meyebutkan bahwa Masjid Agung Demak ini merupakan masjid yang tertua yang ada di Pulau Jawa.
Letaknya yang strategis di pusat Kota Demak dekat dengan alun alun Kota Demak,tepatnya di Kauman sebuah area protokol sehingga akan dapat dengan mudah menjangkau lokasi ini.
Dapat dikatakan bahwa masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro demak yang masyur itu.
Sebagai salah satu destinasi religi di Kota Demak,ribuan muslim dari seantero nusantara ataupun dari luar negeri mendatangi tempat ini terutama pada bulan Syakban ataupun Ramadhan untuk melakukan ziarah pada makam makam Kesultanan Demak yang terletak di bagian belakang masjid.
Karena memang keberadaan dari masjid ini tidak bisa lepas dari Sultan Demak penguasa Kerajaan Demak yang berkuasa pada waktu itu.



makam tempat ziarah raja raja Demak yang terletak di bagian belakang masjid



Dan biasanya setelah berziarah disini mereka melanjutkan perjalanya kembali untuk berziarah pada makam Sunan Kalijaga yang terletak di Kadilangu,beberapa kilometer jaraknya dari Masjid Agung Demak.
Selain itu ketika mengunjungi masjid ini,karena pada masanya dulu sebagai tempat berkumpul para Sunan,hingga sampai saat ini para pengunjung dapat menjumpai nilai nilai kehidupan seperti musem serta benda peninggalan bersejarah bernilai tinggi.


Sejarah Masjid Agung Demak


Sejarah mencatat bahwa asal usul berdirinya masjid ini,kala itu pada tahun 1478 M seorang Raja yang berkuasa di Demak Raden Patah merupakan raja pertama Demak.
Beliau ini memerintahkan kepada para wali untuk mendirikan sebuah masjid sebagai simbol akan berdirinya kerajaan kerajaan Islam di Jawa,dan dipilihnya Demak karena memang pada waktu itu Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.
Dan memang pada waktu itu masjid ini dijadikan sebagai suatu tempat berkumpulnya para wali / sunan yang ada di Jawa dalam rangka syiar dan dakwah ajaran Islam,selain tentunya sebagai tempat peribadatan.
Hal itu nampak dari sisi bentuk bangunan masjid yang memiliki nilai filosofi yang kuat,karenanya bentuk bangunan masjid ini memiliki kekhasan dari segi desain dan juga gaya yang tersendiri.
Selain tentunya tidak meninggalkan ciri khas tradisional bangunan Indonesia menjadikan masjid ini nampak indah,megah,mempesona dan penuh kharismatik.
Dengan bentuk atap yang terlihat menawan berbentuk limas,seperti piramida yang terdiri dari tiga bagian yang mengandung nilai filosofi Islam yaitu tentang Aqidah Islamiyah yang berisi Iman,Islam dan Ihsan.
Selain itu juga nampak menara masjid yang berdiri gagah terbuat dari struktur baja disamping bangunan masjid,masih dalam komplek bangunan masjid.Yang fungsinya untuk meninggikan pengeras suara pada saat adzan berkumandang sehingga dapat terdengar dar jarak yang jauh.

Bagian Bagian Masjid Agung Demak

Pada saat pendirian masjid yang kharismatik ini,raden Patah bersama sembilan wali memberikan gambar serupa bulus,dimana gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ,empat kaki berarti angka 4,badan bulus berarti angka 0 dan ekor melambangkan angka1.Suatu simbol yang dapt menerangkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1401 Saka.
Soko Majapahit,berupa tiang penyangga yang berjumlah 8 dapat pengunjung temui di area serambi masjid.Benda purbakala yang merupakan hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi yang diberikan kepada Raden Patah ketika dalam jabatanya sebagai Adipati Notoprojo di kerajaan Glagahwangi Demak pada tahun 1475 M.



empat buah tiang utama / soko guru yang merupakan karya dari 4 Sunan 



Pada bagian dalam masjid,pengunjung akan menjumpai empat buah tiang utama atau soko guru penyangga masjid ini agar dapat berdiri dengan kokoh,bahan untuk membuat tiang terbuat dari kayu jati.
Yang fungsinya untuk menyangga bangunan atap masjid yang terdiri dari tiga susun,dengan ketinggian masing masing soko sekitar 1630 cm dengan formasi pendirianya yang dipancangkan pada empat penjuru arah mata angin.
Tiang atau soko guru yang berada pada bagian barat didirikan oleh Sunan Bonang,bagian barat daya karya Sunan Gunung Jati,bagian tenggara karya Sunan Ampel dan bagian timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga.
Masyarakat mengenal soko buatan Sunan Kalijaga ini dengan sebutan Soko Tatal,dimana konon ceritanya Sunan Kalijaga membuatnya dengan tatalan kayu ( serpihan kayu ) yang kemudian diikat dan dirangkai hingga membentuk tiang yang panjang serta besar seperti tiang buatan tiga wali lainya.
Hingga saat ini tiang buatan Sunan Kalijaga masih tetap awet dan kuat sebagai mana fungsinya sebagai tiang penyangga atap masjid mendampingi tiga tiang lainya.

Sebuah ruangan pada bagian dalam masjid yang dikenal dengan nama Pawastren,merupakan bagian dari masjid yang diperuntukan bagi jamaah wanita.
Dibuat dengan menggunakan konstruksi kayu jati dengan atap limasan serupa sirap ( genteng kayu )dari kayu jati.Dengan ditopang 8 tiang utama penyangga yang 4 diantaranya bermotifkan hiasan khas Majapahit,membujur kearah kiblat dengan ukuran sekitar 15 x 7.30 meter.
Yang dibuat pada zaman K.R.M.A Arya Purbaningrat tercermin dari bentuk dan motif ukiran Maksurah atau Kholwat yang menerangkan tahun 1866 M.

Suatu bangunan dengan nilai sejarah religi Islami yang begitu tinggi nilainya,dengan keindahan serta nuansa kharismatiknya yang kuat akan mampu membuat pengunjung merasa nyaman dan betah ketika mengunjunginya.
Suatu destinasi wisata religi yang sangat recomended bagi anda yang memang mempunyai ketertarikan akan nilai nilai budaya yang kental serta nilai religi yang sakral.



No comments:

Post a Comment