Skip to main content

Aneka Cita Rasa Kuliner Khas Banyumas

Salah satu kota di Propinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan aksen ngapak penduduk aslinya,Banyumas memiliki beragam potensi asli daerah yang layak untuk dikembangkan.
Selain potensi wisata alamnya yang telah begitu populer dikalangan wisatawan,tidak ketinggalan pula potensi kuliner khas asli daerah tersebut yang telah memiliki nama dikalangan wisatawan baik lokal,nasional bahkan internasional.
Dengan cita rasa yang khas serta menggugah selera,memang sudah selayaknya menjadi bagian tersendiri yang diburu oleh wisatawan ketika mengunjungi Banyumas ini.

Bagi anda wisatawan yang sedang berlibur ataupun melintas daerah ini,tidaklah terlalu repot bagi
anda untuk menemukan kuliner khas daerah Banyumas dengan cita rasa kedaerahanya yang begitu kental,dan tentunya dengan cita rasa tersendiri kelezatan kenikmatanya ketika dinikmati.
Berikut ini beberapa kuliner khas daerah Banyumas yang memenag dengan cita rasa kehasan daerah tersebut sehingga mampu menempatkanya pada suatu ruang tersendiri ba…

Menikmati Keindahan Goa Jatijajar,Kebumen



Goa Jatijajar Kebumen
patung Dinosaurus Goa Jatijajar

Kebumen,Jawa Tengah memang dapat diandalkan potensi wisatanya,selain wisata alam,wisata pantai,wisata kuliner dan lainya,di sini juga terdapat wisata alam gua yang sudah mendunia.Dalam hal ini terdapat dua wisata gua yang sudah terekspos yaitu Gua Jatijajar dan Gua Petruk.

Gua Jatijajar adalah situs geologi yang terbentuk dari proses alamiah,keseluruhanya terbentuk dari kapur dengan panjang keseluruhan 250 meter,dengan lebar rata rata 15 meter dan tinggi rata rata 12 meter serta berada pada ketinggian 50 meter diatas permukaan laut.
Terletak di desa Jatijajar Kecamatan Ayah Kabupaten Kebumen sekitar 21 km barat daya kota Gombong.

Sejarah Gua
Ditemukan oleh seorang petani yang bernama Jayamenawi pada tahun 1802 yang memiliki lahan pertanian di lokasi tersebut,pada saat itu ia sedang mencari rumput untuk ternaknya..dan pada saat tertentu ia jatuh kedalam sebuah lubang..yang ternyata lubang itu adalah fentilasi dari gua tersebut,dengan diameter 4 meter dan ketinggian dari lantai gua 24 meter.
Tidak lama setelah itu,Bupati Ambal sebagai penguasa Kebumen pada saat itu melakukan peninjauan kelokasi tersebut,dan pada saat itu ia menemukan dua pohon jati yang tumbuh berjajar pada tepi mulut gua.Dari situlah awal permulaan penamaan gua Jatijajar.
Pada mulanya pintu pintu gua masih tertutup tanah,kemudian di lakukan pembongkaran dan pembuangan pada tanah yang menutupi itu,dari hasilmya ditemukaan pintu masuk gua yang sekarang ini.


       Kunjungi jugaGoa Petruk yang mempesona


Sendang Mawar Goa Jatijajar
Sendang Mawar yang konon kabarnya air sendang ini bisa membuat awet muda


Sungguh suatu kehebatan alam didalam gua ini terdapat 7 sungai atau sendang,tapi yang mudah dijumpai hanya 4 sungai yaitu sungai Sungai Puser Bumi,Jombor,Mawar,Kantil.
Konon kabarnya sungai Puser Bumi dan sungai Jombor mempunyai khasiat untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing masing.Sungai Mawar konon jika airnya untuk mandi atau cuci muka bisa membuat awet muda,sedang sungai Kantil konon jika airnya untuk mandi maka segala cita cita nya akan tercapai.
Dewasa ini yang sudah mengalami pembangunan adalah sendang Mawar dan Sendang Kantil,sedangkan Puser Bumi dan Jombor keadanya masih sangat alami tidak ada penerangan dan licin.


Diorama Goa Jatijajar
diorama Raden Kamandaka dalam Gua Jatijajar

Pada saat itu, tahun 1975 Bpk Suparjo Rustam,selaku Gubernur Jawa Tengah mempunyai ide untuk pembangunan gua ini menjadi suatu tujuan obyek wisata..dan pada waktu itu bupati Kebumen Bpk Supeno Suryodiprojo.
CV AIS,pimpinan Bpk Saptoto..seorang seniman deorama yang terkenal.. dari Yogyakarta ditunjuk langsung oleh Bpk Suparjo Rustam untuk melakukan, melancarkan dan melaksanakan pengembangan Gua Jatijajar.
Dan tentunya sebelum melakukan pengembangan Pihak Pemda Kebumen telah melakukan proses ganti rugi pembebasan lalahan seluas 5,5 hektare yang terkena lokasi pembangunan gua ini.
Sejak dibangun,Pemda Kebumen dalam hal ini adalah pengelola menambahkan penerangan listrik di dalam gua sebagai penerangan,penambahan trip trip beton di dalam gua sehingga memudahkan pengunjung yang masuk ke dalam gua,serta pemasangan patung patuung atau deorama.


         Kunjungi juga : Eksotisme Gua Barat dengan air terjun di dalamnya


Didalam gua terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur,yaitu pertemuan antara Stalagmit dan Stalagtit.Semua itu terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batuan kapur yang ditembusnya.Menurut para ahli,proses pembentukan Stalagtit berlangsung sangat lama,untuk pembentukan setebal 1cm diperlukan waktu satu tahun,dari situ menunjukan bahwa Gua Jatijajar merupakan gua kapur yang sudah sangat tua.
Batu batuan yang ada di gua ini sudah sangat tua,karena itulah di mulut gua Jatijajar di buat patung hewan purba Dinosaurus sebagai simbol bahwa gua ini sudah sangat tua dan sekaligus sebagai simbol dari gua Jatijajar.
Dan dari mulut gua ini mengalir air dari Sendang Mawar dan Sendang Kantil yang tidak pernah mengering sepanjang tahun,dan oleh warga sekitar air ini dipergunakan untuk irigasi sawah.

Diorama yang dipasang didalm gua sebanyak 8 diorama dengan jumlah patung sebanyak 32 buah patung.
Keseluruhanya mengisahkan tentang legenda dari Raden Kamandaka-Lutung Kasarung,adapun kaitanya dengan Gua Jatijajar,dahulu kala tempat ini pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka Putra Mahkota kerajaan Pajajaran yang nama aslinya Banyak Cokro atau Banyak Cakra.
Yang memang pada waktu itu daerah Kebumen di bawah kekuasaan kerajaan Pajajaran yang pusat pemerintahannya ada di Batutulis, Bogor.
Dimana pada saat itu wilayah kekuasaan kerajaan Pajajaran dan kerajaan Mojopahit di daerah Kebumen dibatasi oleh Sungai Lukulo.Sebelah timur Sungai Lukulo masuk wilayah Mojopahit dan sebelah barat Sungai Lukulo masuk Pajajaran.
Adapun keselurauhan dari diorama tersebut menggambarkan,menceritakan kejadian pada suatu daerah di kabupaten Pasir Luhur,daerah Baturaden atau Purwokerto pada abad 14.dan kesemuanya di pasang di Gua Jatijajar.


Raden Kamandaka Jatijajar
dioarama perburuan raden Kamandaka dalam Goa Jatijajar
image:indonesia-tourisme.com





          Nikmati juga wisata alam gua lainya disekitar Kebumen:





Comments

Popular posts from this blog

Vanaprastha Gedong Songo Park,Wisata Relaksasi Semarang

Vanaprastha Gedong Songo Park,suatu kawasan wisata alam yang juga merupakan kawasan Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang.
Terletak pada ketinggian semacam itu membuat kawasan ini tersasa sejuk menyegarkan dengan suhu rata rata mencapai sekitar 17 sampai 19 derajad celcius dan pada suatu ketinggian 1.200 mdpl.
Terdapat sebuah bangunan rumah kayu jati di kawasan wisata ini yang pada awalnya merupakan guest house atau kantor resmi Kehutanan pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda.
Bisa disimpulkan bahwasanya bangunan ini telah berumur lebih dari satu abad.

Dalam kaitanya sebagai tempat wisata alam,pengunjung bisa merasakan sensasi kesegaran dan kesejukan kawasan sekitar dengan menghirup kesegaran udaranya.
Suatu cara yang mudah dan sederhana untuk memulihkan kesegaran jiwa dan perasaan,tentunya setelah menjalani semua aktifitas kerja sehari hari.
Disamping itu,ketika mengunjungi area wisata ini kita juga bisa memperoleh manfaat tentang penget…

Wisata Alam Watu Gunung,Semarang

Obyek Wisata Watu Gunung merupakan suatu tempat wisata alam yang menawarkan kesejukan danau  buatan dengan gaya gaya arsitektur dengan nilai artistik yang tinggi.
Bagi warga Semarang sendiri,tempat ini sudah sangat di kenal secara luas,namun bagi anda yang berasal dari luar kota Semarang mungkin bertanya tanya,sebenarnya apa sih Watu Gunung itu?
Untuk mencapai lokasi wisata ini,pengunjung hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit dengn jarak sekitar 30 km dari pusat kota Semarang.Suatu lokasi yang berdekatan dengan gunung Ungaran,sehingga pada saat mengunjungi obyek wisata ini pengunjung pun dapat menyaksikan keindahan serta keanggunan gunung tersebut.Tepatnya pada satu wilayah dengan nama Kampung Lerep Ungaran,Semarang Jawa Tengah.

Suatu tempat yang sungguh menarik dan indah yang sering pula dimanfaatkan untuk acara pemotretan baik itu pemotretan komersial ataupun pemotretan pre wedding.
Dan tentu saja seperti dijelaskan sebelumnya,suatu lokasi wisata yang memiliki gaya dan ni…

Santapan Khas Kuliner Kudus,Jawa Tengah

Kudus sebagai salah satu kota di Jawa Tengah dengan cakupan daerahnya yang tidak terlalu luas,dan juga dengan kondisi kotanya yang tidak terlalu ramai hal ini membuat pengunjungnya menjadi merasa lebih betah.
Dunia mengenal kota ini sebagai penghasil kretek dan disamping itu tentunya banyak sekali destinasi destinasi wisata yang telah dikenal oleh wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.
Dan pastinya anda sudah mengetahui beberapa wisata andalan yang layak untuk dikunjungi baik itu wisata alam,wisata sejarah dan lebih lebih wisata religinya.

Sudah pastilah dengan kondisi Kota Kudus sebagai kota wisata yang mendunia,pastinya ada sisi lain yang juga tak kalah menarik untuk dinikmati ketika mengunjungi Kota Kudus.
Dan kita mengenalnya sebagai sajaian khas santapan yang membuat penikmatnya merasa ketagian dengan kelezatan maupun kesedapanya.
Beberapa daftar kuliner yang pastinya sayang untuk anda lewatkan mencicipinya ketika mengunjungi Kudus,suatu sajian khas yang tentunya masih m…