Aneka Cita Rasa Kuliner Khas Banyumas

Image
Salah satu kota di Propinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan aksen ngapak penduduk aslinya,Banyumas memiliki beragam potensi asli daerah yang layak untuk dikembangkan.
Selain potensi wisata alamnya yang telah begitu populer dikalangan wisatawan,tidak ketinggalan pula potensi kuliner khas asli daerah tersebut yang telah memiliki nama dikalangan wisatawan baik lokal,nasional bahkan internasional.
Dengan cita rasa yang khas serta menggugah selera,memang sudah selayaknya menjadi bagian tersendiri yang diburu oleh wisatawan ketika mengunjungi Banyumas ini.

Bagi anda wisatawan yang sedang berlibur ataupun melintas daerah ini,tidaklah terlalu repot bagi
anda untuk menemukan kuliner khas daerah Banyumas dengan cita rasa kedaerahanya yang begitu kental,dan tentunya dengan cita rasa tersendiri kelezatan kenikmatanya ketika dinikmati.
Berikut ini beberapa kuliner khas daerah Banyumas yang memenag dengan cita rasa kehasan daerah tersebut sehingga mampu menempatkanya pada suatu ruang tersendiri ba…

Masjid Menara Layur Semarang




Masjid Layur merupakan salah satu masjid yang tertua yang dapat anda temukan di Semarang tepatnya di Jalan Layur no 33 Kampung Melayu Semarang.
Pada masanya dahulu kawasan ini merupakan tempat bermukim penduduk Melayu yaitu pada masa pendudukan Hindia Belanda di Semarang ( sekitar 1743 masehi ).Posisi Masjid Layur ini menghadap ke arah Kali Mberok Semarang ( pada masanya merupakan sarana transportasi utama penduduk semarang ).
Pada bangunan masjid ini terdapat hiasan ornamen bermotif geometrik pada dindingnya dan berwarna warni.
Tetapi karena kompleks Masjid Menara ini dipagari dengan pagar tembok yang tinggi sekiatar lima meter dan hal ini mengakibatkan yang kelihatan dari luar hanya menaranya saja yang tinggi.
Dan keberadaan menara Masjid Layur yang tinggi tersebut membuat masjid ini dikenal juga sebagai Masjid Menara,adapun fungsi dari menara tersebut adalah sebagai tempat bilal atau muazin.
Tetapi terdapat pengalihan fungsi dari menara masjid ini yang kemudian berubah menjadi tempat pengawas pantai pada waktu itu masa perang kemerdekaan ( 1945 - 1949 ).






Masjid ini didirikan pada tahun 1802 pada waktu itu dibangun oleh sejumlah saudagar dari Yaman yang bermukim di Semarang dan masjid ini lebih di kenal dengan nama Masjid Menara Kampung Melayu.
Atap Masjid Layur ini menggunakan kubah sirap yang umumnya digunakan pada masjid masjid zaman dahulu,tetapi masjid ini mempunyai atap yang berbentuk tajuk bersusun tiga yang tertutup oleh genteng.Meskipun sudah berusia ratusan tahun namun masjid ini masih terlihat kokoh dan juga terawat,hanya terlihat sedikit perubahan yang dilakukan oleh pihak Yayasan Masjid (selaku pengelola masjid ) seperti misalnya penggantian atap ijuk menjadi atap genteng,menaikan pondasi lantai dan penambahan ruang pengelola.Dan memang karena ukuranya yang termasuk kecil ini membuat masjid ini nampak seperti sebuah mushola pada jaman sekarang ini,atau bahkan lebih kecil lagi.







Dan jika anda para peminat wisata sejarah dan bangunan bangunan kuno hendak mengunjungi masjid ini,silahkan anda menuju Jl Imam Bonjol ( bila dari Tugu Muda ) atau ke arah Kali Mberok ( Berok jl. May.Jend Suprapto ) bila anda dari arah bundaran Bubaan kawasan kota lama Semarang.
Karena letak Masjid Layur ini yang berada di sebelah Kali Mberok,dari jalan Imam Bonjol sebelum masuk bundaran Pasar Johar sekitar perempatan jalan silahkan belok kiri menuju jalan Harun Tohir dan berputar setengah lingkaran lalu belok arah kiri menuju Jalan Layur.
Dan beberapa saat kemudian akan nampak sebuah menara yang tinggi pada sisi kanan jalan dan itulah menara Masjid Layur yang menjadi tujuan perjalanan anda.




Comments

Popular posts from this blog

Vanaprastha Gedong Songo Park,Wisata Relaksasi Semarang

Wisata Alam Watu Gunung,Semarang

Wisata Religi di Kebumen,Jawa Tengah