Skip to main content

Aneka Cita Rasa Kuliner Khas Banyumas

Salah satu kota di Propinsi Jawa Tengah yang terkenal dengan aksen ngapak penduduk aslinya,Banyumas memiliki beragam potensi asli daerah yang layak untuk dikembangkan.
Selain potensi wisata alamnya yang telah begitu populer dikalangan wisatawan,tidak ketinggalan pula potensi kuliner khas asli daerah tersebut yang telah memiliki nama dikalangan wisatawan baik lokal,nasional bahkan internasional.
Dengan cita rasa yang khas serta menggugah selera,memang sudah selayaknya menjadi bagian tersendiri yang diburu oleh wisatawan ketika mengunjungi Banyumas ini.

Bagi anda wisatawan yang sedang berlibur ataupun melintas daerah ini,tidaklah terlalu repot bagi
anda untuk menemukan kuliner khas daerah Banyumas dengan cita rasa kedaerahanya yang begitu kental,dan tentunya dengan cita rasa tersendiri kelezatan kenikmatanya ketika dinikmati.
Berikut ini beberapa kuliner khas daerah Banyumas yang memenag dengan cita rasa kehasan daerah tersebut sehingga mampu menempatkanya pada suatu ruang tersendiri ba…

Wisata Religi Masjid Agung Demak,Jawa Tengah

Demak,Jawa Tengah ketika mendengar nama kota ini tidaklah bisa lepas dari sejarah tentang perkembangan ajaran Islam di Jawa dan Indonsia pada umumnya.
Di kota inilah pada masanya dahulu para wali berkumpul,sebuah kota yang cukup strategis letaknya di sisi utara Pulau Jawa.
Yang pada kala itu saat perdagangan dilakukan dengan transportasi laut membuatnya kota ini banyak disinggahi oleh pendatang,hal ini nampaknya menjadikan banyak sekali warisan peninggalan budaya dan juga sejarah yang bisa dinikmati pada saat ini.
Salah satunya adalah Masjid Agung Demak,kita pasti mengenalnya sebagai suatu destinasi wisata religi yang sangat favorit sehingga banyak peziarah yang datang mengunjungi masjid ini.




Wisata religi masjid Agung Demak
Masjid Agung Demak yang dibangun Raden Patah bersama para wali pada tahun1478


      Kunjungi juga masjid tua dengan nilai sejarah Islamnya di Semarang :

Sejarah meyebutkan bahwa Masjid Agung Demak ini merupakan masjid yang tertua yang ada di Pulau Jawa.
Letaknya yang strategis di pusat Kota Demak dekat dengan alun alun Kota Demak,tepatnya di Kauman sebuah area protokol sehingga akan dapat dengan mudah menjangkau lokasi ini.
Dapat dikatakan bahwa masjid ini merupakan cikal bakal berdirinya kerajaan Glagahwangi Bintoro demak yang masyur itu.
Sebagai salah satu destinasi religi di Kota Demak,ribuan muslim dari seantero nusantara ataupun dari luar negeri mendatangi tempat ini terutama pada bulan Syakban ataupun Ramadhan untuk melakukan ziarah pada makam makam Kesultanan Demak yang terletak di bagian belakang masjid.
Karena memang keberadaan dari masjid ini tidak bisa lepas dari Sultan Demak penguasa Kerajaan Demak yang berkuasa pada waktu itu.


Makam Raja raja Demak
makam tempat ziarah raja raja Demak yang terletak di bagian belakang masjid

Dan biasanya setelah berziarah disini mereka melanjutkan perjalanya kembali untuk berziarah pada makam Sunan Kalijaga yang terletak di Kadilangu,beberapa kilometer jaraknya dari Masjid Agung Demak.
Selain itu ketika mengunjungi masjid ini,karena pada masanya dulu sebagai tempat berkumpul para Sunan,hingga sampai saat ini para pengunjung dapat menjumpai nilai nilai kehidupan seperti musem serta benda peninggalan bersejarah bernilai tinggi.


Sejarah Masjid Agung Demak

Sejarah mencatat bahwa asal usul berdirinya masjid ini,kala itu pada tahun 1478 M seorang Raja yang berkuasa di Demak Raden Patah merupakan raja pertama Demak.
Beliau ini memerintahkan kepada para wali untuk mendirikan sebuah masjid sebagai simbol akan berdirinya kerajaan kerajaan Islam di Jawa,dan dipilihnya Demak karena memang pada waktu itu Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.
Dan memang pada waktu itu masjid ini dijadikan sebagai suatu tempat berkumpulnya para wali / sunan yang ada di Jawa dalam rangka syiar dan dakwah ajaran Islam,selain tentunya sebagai tempat peribadatan.
Hal itu nampak dari sisi bentuk bangunan masjid yang memiliki nilai filosofi yang kuat,karenanya bentuk bangunan masjid ini memiliki kekhasan dari segi desain dan juga gaya yang tersendiri.
Selain tentunya tidak meninggalkan ciri khas tradisional bangunan Indonesia menjadikan masjid ini nampak indah,megah,mempesona dan penuh kharismatik.
Dengan bentuk atap yang terlihat menawan berbentuk limas,seperti piramida yang terdiri dari tiga bagian yang mengandung nilai filosofi Islam yaitu tentang Aqidah Islamiyah yang berisi Iman,Islam dan Ihsan.
Selain itu juga nampak menara masjid yang berdiri gagah terbuat dari struktur baja disamping bangunan masjid,masih dalam komplek bangunan masjid.Yang fungsinya untuk meninggikan pengeras suara pada saat adzan berkumandang sehingga dapat terdengar dar jarak yang jauh.

Bagian Bagian Masjid Agung Demak

Pada saat pendirian masjid yang kharismatik ini,raden Patah bersama sembilan wali memberikan gambar serupa bulus,dimana gambar bulus terdiri dari kepala yang berarti angka 1 ,empat kaki berarti angka 4,badan bulus berarti angka 0 dan ekor melambangkan angka1.Suatu simbol yang dapt menerangkan bahwa masjid ini dibangun pada tahun 1401 Saka.
Soko Majapahit,berupa tiang penyangga yang berjumlah 8 dapat pengunjung temui di area serambi masjid.Benda purbakala yang merupakan hadiah dari Prabu Brawijaya V Raden Kertabumi yang diberikan kepada Raden Patah ketika dalam jabatanya sebagai Adipati Notoprojo di kerajaan Glagahwangi Demak pada tahun 1475 M.



4 soko guru Masjid Agung Demak
empat buah tiang utama / soko guru yang merupakan karya dari 4 Sunan 

Pada bagian dalam masjid,pengunjung akan menjumpai empat buah tiang utama atau soko guru penyangga masjid ini agar dapat berdiri dengan kokoh,bahan untuk membuat tiang terbuat dari kayu jati.
Yang fungsinya untuk menyangga bangunan atap masjid yang terdiri dari tiga susun,dengan ketinggian masing masing soko sekitar 1630 cm dengan formasi pendirianya yang dipancangkan pada empat penjuru arah mata angin.
Tiang atau soko guru yang berada pada bagian barat didirikan oleh Sunan Bonang,bagian barat daya karya Sunan Gunung Jati,bagian tenggara karya Sunan Ampel dan bagian timur laut dibuat oleh Sunan Kalijaga.
Masyarakat mengenal soko buatan Sunan Kalijaga ini dengan sebutan Soko Tatal,dimana konon ceritanya Sunan Kalijaga membuatnya dengan tatalan kayu ( serpihan kayu ) yang kemudian diikat dan dirangkai hingga membentuk tiang yang panjang serta besar seperti tiang buatan tiga wali lainya.
Hingga saat ini tiang buatan Sunan Kalijaga masih tetap awet dan kuat sebagai mana fungsinya sebagai tiang penyangga atap masjid mendampingi tiga tiang lainya.

Sebuah ruangan pada bagian dalam masjid yang dikenal dengan nama Pawastren,merupakan bagian dari masjid yang diperuntukan bagi jamaah wanita.
Dibuat dengan menggunakan konstruksi kayu jati dengan atap limasan serupa sirap ( genteng kayu )dari kayu jati.Dengan ditopang 8 tiang utama penyangga yang 4 diantaranya bermotifkan hiasan khas Majapahit,membujur kearah kiblat dengan ukuran sekitar 15 x 7.30 meter.
Yang dibuat pada zaman K.R.M.A Arya Purbaningrat tercermin dari bentuk dan motif ukiran Maksurah atau Kholwat yang menerangkan tahun 1866 M.

Suatu bangunan dengan nilai sejarah religi Islami yang begitu tinggi nilainya,dengan keindahan serta nuansa kharismatiknya yang kuat akan mampu membuat pengunjung merasa nyaman dan betah ketika mengunjunginya.
Suatu destinasi wisata religi yang sangat recomended bagi anda yang memang mempunyai ketertarikan akan nilai nilai budaya yang kental serta nilai religi yang sakral.




Kunjungi juga Wisata religi Masjid Menara Kudus

Comments

Popular posts from this blog

Vanaprastha Gedong Songo Park,Wisata Relaksasi Semarang

Vanaprastha Gedong Songo Park,suatu kawasan wisata alam yang juga merupakan kawasan Candi Gedong Songo yang berada di lereng Gunung Ungaran Kabupaten Semarang.
Terletak pada ketinggian semacam itu membuat kawasan ini tersasa sejuk menyegarkan dengan suhu rata rata mencapai sekitar 17 sampai 19 derajad celcius dan pada suatu ketinggian 1.200 mdpl.
Terdapat sebuah bangunan rumah kayu jati di kawasan wisata ini yang pada awalnya merupakan guest house atau kantor resmi Kehutanan pada masa pemerintahan Kolonial Hindia Belanda.
Bisa disimpulkan bahwasanya bangunan ini telah berumur lebih dari satu abad.

Dalam kaitanya sebagai tempat wisata alam,pengunjung bisa merasakan sensasi kesegaran dan kesejukan kawasan sekitar dengan menghirup kesegaran udaranya.
Suatu cara yang mudah dan sederhana untuk memulihkan kesegaran jiwa dan perasaan,tentunya setelah menjalani semua aktifitas kerja sehari hari.
Disamping itu,ketika mengunjungi area wisata ini kita juga bisa memperoleh manfaat tentang penget…

Wisata Alam Watu Gunung,Semarang

Obyek Wisata Watu Gunung merupakan suatu tempat wisata alam yang menawarkan kesejukan danau  buatan dengan gaya gaya arsitektur dengan nilai artistik yang tinggi.
Bagi warga Semarang sendiri,tempat ini sudah sangat di kenal secara luas,namun bagi anda yang berasal dari luar kota Semarang mungkin bertanya tanya,sebenarnya apa sih Watu Gunung itu?
Untuk mencapai lokasi wisata ini,pengunjung hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar 45 menit dengn jarak sekitar 30 km dari pusat kota Semarang.Suatu lokasi yang berdekatan dengan gunung Ungaran,sehingga pada saat mengunjungi obyek wisata ini pengunjung pun dapat menyaksikan keindahan serta keanggunan gunung tersebut.Tepatnya pada satu wilayah dengan nama Kampung Lerep Ungaran,Semarang Jawa Tengah.

Suatu tempat yang sungguh menarik dan indah yang sering pula dimanfaatkan untuk acara pemotretan baik itu pemotretan komersial ataupun pemotretan pre wedding.
Dan tentu saja seperti dijelaskan sebelumnya,suatu lokasi wisata yang memiliki gaya dan ni…

Santapan Khas Kuliner Kudus,Jawa Tengah

Kudus sebagai salah satu kota di Jawa Tengah dengan cakupan daerahnya yang tidak terlalu luas,dan juga dengan kondisi kotanya yang tidak terlalu ramai hal ini membuat pengunjungnya menjadi merasa lebih betah.
Dunia mengenal kota ini sebagai penghasil kretek dan disamping itu tentunya banyak sekali destinasi destinasi wisata yang telah dikenal oleh wisatawan lokal maupun wisatawan internasional.
Dan pastinya anda sudah mengetahui beberapa wisata andalan yang layak untuk dikunjungi baik itu wisata alam,wisata sejarah dan lebih lebih wisata religinya.

Sudah pastilah dengan kondisi Kota Kudus sebagai kota wisata yang mendunia,pastinya ada sisi lain yang juga tak kalah menarik untuk dinikmati ketika mengunjungi Kota Kudus.
Dan kita mengenalnya sebagai sajaian khas santapan yang membuat penikmatnya merasa ketagian dengan kelezatan maupun kesedapanya.
Beberapa daftar kuliner yang pastinya sayang untuk anda lewatkan mencicipinya ketika mengunjungi Kudus,suatu sajian khas yang tentunya masih m…