Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman,Banyumas - Pesona Wisata Indonesia

Wisata , Kuliner dan Outdoor Shop

Monday, 16 December 2019

Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman,Banyumas

Selain menikmati kecantikan alam yang tersaji diseputaran Kabupaten Banyumas Jawa Tengah ini,wisatawan pun bisa berwisata sambil belajar ataupun mengenang sosok Pahlawan Nasional yang berjasa besar dalam perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaanya dari penjajahan Belanda.
Beliau adalah Panlima Besar Jendral Soedirman,tentu kita sudah mengenal baik kebesaran namanya dalam pelajaran sejarah di sekolah.
Monumen sekaligus museum Panglima Besar Jendral Soedirman merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang bisa dikunjungi di kota ini.



Monumen Panglima Besar Jendral Soedirman Banyumas


Monumen dengan nilai sejarah yang tinggi ini terletak di Jalan Pattimura Karanglewas Lor,Purwokerto Barat Banyumas yang merupakan pintu masuk Kota Purwokerto dari arah barat tepatnya sebelah timur Sungai Logawa.
Bangunan monumen ini terdiri dari dua lantai,pada lantai bawah berisi foto foto perjuangan Panglima Besar Jendral Soedirman dalam merebut kembali Kota Yogyakarta saat itu untuk menjadi Ibukota Republik Indonesia dsri penjajahan Belanda.
Sedang pada lantai duanya berisi relief sejarah Bangsa Indonesia dalam perang kemerdekaan tahun 1945,serta juga terdapat Patung Jendral Soedirman dalam posisi duduk diatas punggung kuda yang terbuat dari bahan perunggu.Berat total patung tersebut sekitar 5,5 ton dengan ketinggian mencapai 4,5 meter.



Museum Panglima Besar Jendral Soedirman Banyumas


Sedikit mengenal sosok salah satu Pahlawan Nasional Indonesia ini,beliau terlahir dengan nama Soedirman pada Hari Senin Pon pada tanggal 24 Januari 1916 yang dalam hitungan Jawa bertepatan dengan tanggal 18 Maulud 1846 wuku Galungan.
Pendidikan dimulai dari HISdan dilanjutkan di MULO Wiworotomo Cilacap,pada masanya itu aktif dalam Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) serta Hizbul Wathon (HW).
Pada saat menempuh pendidikan di HIK Surakarta ayahnya meninggal sehingga tidak melanjutkan pendidikanya tersebut dan kembali ke Cilacap.
Perjalanan hidupnya berlanjut dengan menjadi guru di HIS Muhammadiyah Cilacap sebelum bergabung menjadi tentara.
Pada masa penjajahan Jepang,beliau ini terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Banyumas mewakili Cilacap.
Berlanjut dengan memasuki pendidikan PETA ( Pembela Tanah Air ) di Bogor dan kemudian menjadi Daidanco di Kroya.

Memasuki Masa Perang Kemerdekaan beliau diangkat menjadi Komandan Resimen I Divisi V dengan pangkat Letnan Kolonel dan sebagai penghargaan atas prestasunya yang gemilang kenudian diangkat menjadi Panglima Divisi V Banyumas dengan pangkat Kolonel.
Dalam Konferensi Tentara Keamanan Rakyat yang pertama pada tanggal 12 november 1945 dipilih sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.
Kemudian pada tanggal 18 november 1945 dilantik oleh Presiden Republik Indinesia menjadi Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat dengan pangkat Letnan Jendral dan kemudian menjadi Panglima Besar Angkatan Perang Republik Indonesia dengan pangkatnya Jendral.

Pada hari Senin Pon tanggal 29 Januari 1950 beliau wafat dalam usianya 34 tahun dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki Yogyakarta pada tangal 30 Januari 1950 dalam suatu upacara militer yang dipimpin oleh Letkol Soeharto.



Museum Panglima Besar Jendral Soedirman Banyumas


Sekilas tentang perjalanan beliau Panglima Besar Jendral Soedirman yang sangat besar jasanya dalam perang kemerdekaan Indonesia yang diabadikan dalam suatu monumen bersejarah di Kota Purwokerto.
Suatu bangunan pengingat bagi kita sebagai generasi penerusnya tentang arti sebuah perjuangan,bagi kita untuk meneladani semangat dan cita citanya.
Sejarah Indonesia mengenal jasa terbesarnya yang terkenal dalam perjuanganya selama merebut serta mempertahankanya kemerdekaan dari kolonial Belanda.
Misalnya ketika berhasil melucuti senjata tentara Jepang dalam jumlah yang besar tanpa pertumpahan darah di wilayah Banyumas,juga berhasil mengkordinir penyerangan terhadap Sekutu sehingga mampu membuatnya keluar meninggalkan Ambarawa.Serta tentunya bagaimana besar serta berat perjuanganan beliau dalam memimpin perang gerilya dalam kondisi sakit dengan satu paru paru diatas tandu sampai selesainya Perang Kemerdekaan

Atas jasa jasanya tersebut dalam perjuangan dan pengorbananya untuk bangsa serta Negara Indonesia,Pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan tanda jasa / kehormatan meliputi:

     - Bintang Republik Indonesia Adipura
     - Bintang Republik Indonesia Adiprana
     - Bintang Mahaputra Adipurna
     - Bintang Sakti
     - Bintang Gerilya
     - Bintang Yudha Dharma Utama
     - Bintang Kartika Eka Paksi Utama
     - Satyalancana Perang Kemerdekaan I
     - Satyalancana Perang Kemerdekaan II

    

  


No comments:

Post a Comment